Dua Siswa SMP Negeri 1 Sragen Juara I Kompetisi Matematika Terbuka Kabupaten 2020

EDUKASI

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

DUA siswa SMP Negeri 1 Sragen, masing-masing Ravif Galuh Wicaksono, kelas IX-E dan Damailyn Nuraini, kelas VII-F meraih Juara I Kompetisi Matematika Terbuka (KMT) Tingkat Kabupaten Sragen yang digelar secara online sesuai protokol kesehatan (prokes) terkait penanggulangan Covid-19, Oktober 2020 lalu.

Ravif Galuh Wicaksono dan Damailyn Nuraini menceritakan seputar sejumlah trik mereka yang bisa dipelajari, untuk mengukir prestasi di bidang matematika.

“Yang pertama, harus suka dulu dengan Matematika. Materi Matematika itu seputar geometri, aljabar, garis bilangan, kombinasi peluang, dan lain-lain. Kuasai dulu materi itu. Mana yang menarik dipelajari. Aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan berburuk sangka dulu dengan Matematika. Jika sudah suka, silakan dilanjut (belajarnya),” tutur Ravif Galuh Wicaksono ketika ditemui inspirasiline.com di SMPN 1 Sragen, Kamis (25/2/2021).

Sedangkan Damailyn Nuraini selalu berusaha belajar Matematika dengan cara yang lebih menarik. Biasanya, dia belajar bareng teman-temannya supaya tidak bosan. Baginya, bersama teman membuat suasana belajar lebih menyenangkan.

“Saya sendiri lebih suka mengerjakan soal yang menantang. Kalau berhasil temukan jawaban itu jadi kepuasan tersendiri. Kalau belum bisa, saya tanya teman atau konsultasi langsung dengan guru,” ujar Damailyn Nuraini.

Meski jago Matematika, Ravif Galuh Wicaksono tidak menyukai soal dalam bentuk reguler. Dia lebih menyukai soal bercerita model Olimpiade Sains Nasional (OSN). Dari soal itu, Ravif dituntut memecahkan masalah dengan rumus yang dipilih sendiri.

“Saya suka soal Matematika yang mengasah kemampuan berhitung. Saya dituntut mecahin masalah dengan berbagai rumus yang bisa dipakai,” ucapnya.

Bagian Pembahasan
Setiap siswa punya cara yang berbeda dalam belajar. Ravif sendiri terbilang jarang membuka materi terkait Matematika.

Baginya, membaca materi terlebih dulu justru bisa membuat lupa saat mengerjakan soal. Ravif lebih suka langsung mengerjakan soal demi soal.

baca juga:  Senin (14/9/2020), Blora Gelar Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Bila kebingungan dalam memecahkan soal, langsung menengok bagian pembahasan.

“Kalau saya materi dari kelas VII-IX sudah selesai saya baca sejak masih duduk di kelas VII. Dulu memang saya kebut baca materinya,” ungkapnya malu-malu.

Ravif Galuh Wicaksono dan Damailyn Nuraini mampu menorehkan prestasi di masa pandemi Covid-19. Meski tidak mengikuti kegiatan bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah, keduanya mampu mengharumkan nama SMPN 1 Sragen.

Guru pengampu Mata Pelajaran Matematika di SMPN 1 Sragen, Iin Winarsih mengakui sedikit kesulitan ketika harus menjelaskan cara mengerjakan soal melalui pembelajaran daring.

Menurutnya, siswa butuh penjelasan terkait rumus dan cara mengerjakannya. Hal itu akan lebih mudah jika dilakukan dalam pembelajaran tatap muka.

“Kendala belajar online, kadang sinyal tidak penuh. Dari 32 siswa, kadang yang masuk hanya 26 siswa. Jadinya, kami gunakan berbagai variasi pembelajaran online, baik itu melalui Google Meet, Google Classroom, dan kadang Youtube,” katanya.

Kepada para siswanya, Iin Winarsih mempersilakan bertanya melalui WhatsApp (WA), apabila kesulitan mengerjakan soal.

“Saya akan senang kalau anak-anak bisa menyerap semua mata pelajaran yang saya sampaikan, sehingga mereka tidak perlu mengikuti bimbel di luar sekolah,” ujarnya saat mendampingi Ravif Galuh Wicaksono dan Damailyn Nuraini menemui inspirasiline.com, Kamis (25/2/2021).***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *