Produksi Kerajinan Kreatif, Warga Desa Sepat Kampanyekan Prokes

INOVASI

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

BERBAGAI cara dilakukan untuk mengampanyekan pentingnya menerapkan protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi Covid-19 ini.

Termasuk upaya yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen yang terus mengedukasi masyarakat tentang prokes Covid-19 melalui hasil kerajinan tangan bernilai jual.

Berbagai produk kerajinan tangan asal Desa Sepat tersebut, di antaranya berupa tas anyaman plastik dari Dukuh Pucuk dan keset anyaman kain dari Dukuh Wonorejo. Tak tanggung-tanggung, kedua produk itu pun berhasil menembus pasaran di seantero pelosok negeri maupun mancanegara.

Kepala Desa Sepat Mulyono mengaku, Pemdes Sepat sengaja mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mengampanyekan prokes. Hal itu dilakukan guna membangun kesadaran warga terkait pentingnya menjalankan prokes demi mencegah penularan Covid-19.

“Ada dua UMKM dari Desa Sepat yang berpartisipasi untuk sosialisasi pencegahan Covid-19 melalui tulisan poin prokes yang ada pada tas anyaman atau keset,” ujar Mulyono.

Dari potensi itu, Pemdes Sepat mengajak pengrajin untuk turut mengampanyekan prokes Covid-19 dengan 5M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas keluar rumah.

“Kelima pesan ini kemudian diaplikasikan di produk tas anyam dan keset produksi mereka. Tujuannya agar ada sinergi antara masyarakat dengan pemerintah desa dalam pencegahan penularan Covid-19,” jelasnya.

Dalam proses pembuatannya pun, mereka tak mengabaikan prokes Covid-19, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman.

Yenni Eka Yulianti, salah satu pengrajin tas anyaman mengaku, dengan ide kreatif memberikan pesan prokes pada tas anyaman buatannya, membuat permintaan pesanan tas meningkat hingga 80 persen.

Alhamdulillah, antusias masyarakat cukup tinggi. Jadi pas tas ini dibawa, masyarakat bisa baca tulisannya, dan langsung bisa diterapkan,” ungkap Yenni.

baca juga:  Di Gondang, Kemendes PDTT Luncurkan Program SMK Mbangun Desa

Untuk model tasnya, Yenni mengatakan, dirinya selalu uptodate mengikuti perkembangan.

Tidak heran jika setiap bulan Yenni bersama 30 orang pengrajin lainnya mampu menjual tas anyaman itu hingga ke sejumlah wilayah di Tanah Air, bahkan ke luar negeri.

“Setiap bulan selama pandemi ini, kami memproduksi hingga 500-an tas anyaman (bertuliskan pesan prokes). Kami kirim ke wilayah Indonesia paling jauh Kupang, Aceh, hingga ekspor ke luar negeri seperti Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia,” ungkap Yenni.

Untuk range harga tas anyaman plastik (bertuliskan pesan prokes), mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per tas.

Pemesanan dapat langsung menghubungi Yenni Eka Yulianti, melalui nomor WhatsApp (WA) 0822-4214-7164.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *