Penulis: Yokanan
BLORA | inspirasiline.com
PETUGAS gabungan yang terdiri atas anggota Polsek Todanan Polres Blora, Satpol PP, dan Koramil Todanan Kodim 0721/Blora membubarkan pentas seni Barongan yang digelar di Desa Kajengan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jumat (14/5/2021).

Pentas Barongan tersebut menyedot animo banyak warga hingga akhirnya menimbulkan kerumunan masyarakat. Sangat disayangkan, karena situasi saat ini masih dalam pandemi Covid-19.
Untuk itulah, Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama didampingi Wakapolres Kompol Rubiyanto langsung mendatangi lokasi dan meminta kepada panitia agar menghentikan pentas Barongan tersebut.
Hadir dalam pembubaran kegiatan tersebut, Pejabat Utama Polres Blora, Kapolsek Todanan, Danramil, Camat Todanan, serta petugas gabungan Polsek, Satpol PP, dan Koramil.
“Kami berikan edukasi dan pemahaman bahwa pelarangan kegiatan yang menimbulkan kerumunan di masa pandemi, semata mata untuk kesehatan dan kebaikan bersama. Jangan sampai muncul klaster baru Covid-19 dari kerumunan masyarakat,” ungkap Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama.
Belakangan diketahui, pentas Barongan tersebut ternyata tidak memunyai izin dan akhirnya petugas gabungan menghentikan dan membubarkannya.
“Setelah kita lakukan diskusi dan edukasi kepada panitia, akhirnya panitia sepakat untuk menghentikan pentas Barongan tersebut,” tambah AKBP Wiraga Dimas Tama.
Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama menambahkan, selama masih dalam suasana pandemi Covid-19, dia meminta agar warga bisa menahan diri. Jangan sampai dengan adanya kegiatan yang menimbulkan kerumunan malah akan memunculkan klaster baru Covid-19.
“Mari kita berkaca pada negara India. Jangan sampai Covid-19 melebar luas seperti di India, gara-gara kita teledor akan disiplin protokol kesehatan,” pungkas Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama.
Suwanto, (25) salah satu panitia pentas Barongan, meminta maaf dan menerima jika kegiatan harus dihentikan. Dia mengaku, sebenarnya telah berusaha menerapkan protokol kesehatan, namun tak diduga penonton yang datang banyak hingga akhirnya menimbulkan kerumunan.
“Kami mewakili panitia mohon maaf. Kami tidak menyangka akan terjadi kerumunan seperti ini. Dan kami bisa menerimanya. Selanjutnya untuk panggung dan tratak akan kita bongkar. Kami mohon maaf, Pak,” kata Suwanto.
Sementara Camat Todanan Edi Widayat berpesan kepada warga, khususnya panitia, agar kejadian seperti ini tidak terulang. Karena mengumpulkan banyak orang, apalagi hingga menimbulkan kerumunan sangat rawan sekali menjadi sarana penularan Covid-19.
Camat Todanan mengimbau, setiap ada kegiatan masyarakat agar selalu dikoordinasikan dengan pihak Kecamatan, Polsek, ataupun Koramil Todanan.
“Masih dalam situasi pandemi, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Karena rawan penularan Covid-19,” tandas Camat Edi Widayat.***
