Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
SEMUA desa di Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen minus Desa Jabung, mengalami kekosongan perangkat desa (perades).
Ketika ditemui inspirasiline.com saat kerja bakti membersihkan halaman kantor kecamatan setempat, Jumat (2/7/2021), Camat Plupuh Sumarno mengatakan, dari 16 desa yang ada di Kecamatan Plupuh yang peradesnya kosong 15 desa, kecuali Desa Jabung yang masih lengkap.
Dari 15 desa tersebut, total ada kekosongan 34 perades. Sedangkan untuk sekretaris desa (sekdes) yang kosong hanya dua, yakni Desa Pungsari dan Ngrombo.


“Saat ini sedang proses mutasi dan kami belum dapat laporan sampai mana,” ungkap Sumarno singkat.
“Prosesnya musyawarah desa (musdes) pembentukan panitia, penerbitan Surat Keputusan (SK ), setelah itu baru panitia membuka lowongan pengisian perades. Pengisian perades ini melalui dua jalur, pertama mutasi dan kedua penjaringan. Saat ini baru proses mutasi,” jelas Sumarno.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Pungsari Joko Sarono mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar musdes pembentukan panitia penerimaan perades.

“Kalau panitia sudah terbentuk dan memegang SK, baru bekerja,” ujar Joko Sarono ditemui inspirasiline.com di kantornya seuasi memberikan bantuan jatah hidup (jadup) kepada warga yang terpapar Covid-19. Sayangnya, Joko Sarono yang juga pernah terpapar Covid-19 dan pernah isolasi di Technopark Sragen itu tidak menjelaskan berapa orang warganya yang terpapar Covid-19
Dalam pengisian perades, kata Joko Sarono, pihaknya akan transparan, tidak neko-neko. Artinya berjalan sesuai aturan yang ada.
“Pihak ketiga yang menentukan itu perguruan tinggi. Pihak ketiga saat ini belum bersedia, karena situasinya masih pendemi Covid-19. Jadi kami masih menunggu,” terang Joko Sarono.
“Tentunya perguruan tinggi yang sudah bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen,” imbuhnya.***
