Penulis: Sugimin | Editor: Dwi NR
SRAGEN | inspirasiline.com
PEMBANGUNAN Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangen yang berlokasi di Dukuh Brakbunder, Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen ditargetkan bisa selesai pada akhir 2021. Rumah sakit (RS) ketiga milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen itu akan beroperasi sebagai RS tipe D.
“Alhamdulillah, sesuai jadwal, dan progresnya sangat bagus. Sampai bulan Agustus ini deviasi pekerjaan sudah bisa mencapai 11%, melebihi target yang ditentukan, yang mestinya baru 6%. InsyaAllah, Desember sudah selesai. Semoga Allah memberikan kemudahan, berkah dan manfaat untuk masyarakat,” ungkap Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau langsung proses pembangunan RSUD Tangen, Minggu (15/8/2021).

Bupati Yuni Sukowati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen Hargiyanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Sragen Zubaidi, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dr Agus Sudarmanto.
Usai berdiskusi dengan pelaksana proyek, Bupati Yuni Sukowati menyampaikan, pembangunan RSUD Tangen sesuai jadwal dan menunjukkan progres yang sangat baik. Pihaknya menargetkan pembangunan RSUD tersebut bisa selesai sebelum akhir tahun.
RSUD Tangen diharapkan bisa mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi warga Bumi Sukowati yang ada di kawasan Sragen utara Bengawan Solo.
“Tangen kota ketiga setelah Sragen dan Gemolong. Impian ke depan menepis kesenjangan wilayah selatan dan utara Bengawan Solo,” harap Yuni.
Orang nomor satu di Bumi Sukowati ini mengatakan, RSUD Tangen bakal dilengkapi poliklinik umum, poliklinik spesialis, dan poliklinik gigi. Sedangkan kapasitas tempat tidur untuk pasien minimal 50 bed.
Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dr Agus Sudarmanto optimistis, pembangunan RSUD tipe D itu bisa selesai lebih cepat, yakni sebelum Desember 2021.
Meski demikian, pihaknya mengaku kesulitan dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM), terutama dokter spesialis, karena nantinya semua poliklinik harus ada dokternya.
Sementara untuk kebutuhan tenaga kesehatan (nakes), sebagian sudah disiapkan.
Agus Sudarmanto menambahkan, tahun 2022 tinggal melengkapi syarat perizinan dan pemenuhan SDM.
“Prinsipnya pada 2021 ini menyiapkan gedung dan sarana prasarana lainnya, lalu pada 2022 sudah siap dioperasionalkan,” ungkapnya.***
