Peserta Kecewa, Materi Ujian Seleksi PPPK Tak Relevan bagi Guru WB 40 Tahun

EDUKASI

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

MATERI ujian Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang digelar untuk guru honorer atau wiyata bakti (WB) oleh pemerintah, Senin-Jumat (13-17/9/2021) lalu, dinilai sudah tidak relevan bagi guru WB yang berusia di atas 40 tahun.

Para Guru WB mengecam kebijakan seleksi yang dianggap tak ubahnya hanya angin segar yang diembuskan pemerintah.

TANGKAPAN layar unggahan akun medsos Ono Niha tentang guru honorer berusia tua ketika mengerjakan soal ujian Seleksi PPPK.

Terkait hal tersebut, para guru WB di atas usia 40 tahun mendesak pemerintah dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk memberikan kebijakan menghapus seleksi dan meloloskan mereka sebagai PPPK.

“Hampir sebagian besar honorer K2 dan yang di atas usia 40 tahun, nggak lulus passing grade. Karena passing grade-nya memang tinggi. Kami kesulitan, karena materinya sebagian besar bukan sesuai dengan yang kami hadapi dan kerjakan setiap hari. Kami sedih. Harapan kami, pemerintah bisa bijak, memberi dispensasi, karena kami sudah puluhan hingga belasan tahun mengabdi. Kenapa harus dites lagi. Mendidik bukan hanya diukur mengerjakan soal CAT, tapi pengalaman sangat menentukan,” ungkap salah satu guru WB berusia 45 tahun yang tidak mau menyebutkan jati dirinya di Sragen, Minggu (19/9/2021).

Beberapa guru WB berusia 40 tahun ke atas yang lain juga mengeluhkan kebijakan tes yang dijalani.

Menurut mereka, hal itu sangat memberatkan ketika materinya hampir setara dengan ujian CPNS. Sementara, objek seleksinya adalah guru WB yang berusia tua dan konsentrasi pemikirannya tak sesegar lulusan baru.

“Kami minta honorer yang berusia tua bisa diprioritaskan. Kasihan, pengabdian puluhan sampai belasan tahun kami berikan, kalau kemudian harus tes lagi, sangat menyulitkan,” ujarnya.

Curahan hati (curhat) sejumlah guru WB berusia senja peserta ujian PPPK juga bertebaran di media sosial (medsos). Salah satunya di TikTtok, yang diunggah akun @ono_niha berjudul “Curhat Peserta PPPK”.

Postingan itu langsung viral dan mendapat respons puluhan ribu dukungan dan belasan ribu komentar.

Dalam postingannya, akun Ono Niha mengunggah foto sejumlah guru berusia tua yang mengikuti ujian di depan komputer. Raut mereka sangat serius, namun menyayat hati.

“Untuk apa menguji kami honorer, apalagi kami yang sudah di atas 45 tahun, kalau hanya sekadar membesarkan hati kami saja, sementara soal yang kami kerjakan tidak sesuai dengan pekerjaan yang kami lakukan di sekolah”.

Postingan yang diunggah dua hari lalu itu sudah mendapat 26,4 ribu like dan 13.000 lebih komentar. Mayoritas mendukung dan meminta pemerintah memberi dispensasi, mengangkat langsung guru honorer di atas 40 tahun menjadi PPPK tanpa seleksi.

Bahkan ada yang mendoakan agar Mendikbud Nadiem Makarim dibukakan pintu hatinya dan mengangkat honorer usia senja langsung tanpa embel-embel seleksi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen Suwardi sampai berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *