SD Penggerak Siap Ciptakan Profil Pelajar Pancasila

EDUKASI

Penulis: Joko Widodo
GROBOGAN | inspirasiline.com

SEKOLAH Penggerak yang diterapkan pada sekolah dasar (SD), dengan Kurikulum 2021 mulai berjalan di Kabupaten Grobogan.

“Sampai saat ini di Kabupaten Grobogan terdapat 24 SD yang menjadi Sekolah Penggerak,” kata Kepala SD Negeri 1 Boloh, Kecamatan Toroh, Cahyaning Ardiati kepada inspirasiline.com usai menghadiri Rapat BOS Penggerak di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan, Rabu (23/9/2021) pagi.

Atik, sapaan akrab Kepala SDN1 Boloh menjelaskan, keberadaan SD Penggerak adalah untuk menciptakan profil pelajar Pancasila, dengan merdeka belajar dan merdeka mengajar.

“Anak dan guru diberikan kebebasan dalam menentukan pilihan hidup dalam mempersiapkan kehidupannya,” terangnya.

Di samping itu, guru dalam Sekolah Penggerak juga diberi kebebaan menerapkan pembelajaran dan asesmennya.

Jadi, dengan adanya SD Penggerak, kurikulum yang diterapkan adalah Kurikulum 2021 atau Kurikulum Operasional Sekolah 2021. Selanjutnya, nanti tidak ada wacana ujian nasional (UN) dan penilaian prestasi anak ditentukan melalui capaian pembelajaran dengan fase-fase,

“Jadi sudah tidak ada lagi kelas I, II, III, dan seterusnya. Yang ada adalah fase A, fase B, fase C, dan fase D,” pungkas Atik.

Atik mengungkapkan, untuk mencapai Sekolah Penggetak tersebut, kepala sekolah harus mengikuti ujian dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Alhasil, dari 107 kepala SD di Kabupaten Grobogan yang mengikuti ujian tersebut, hanya 24 kepala SD yang lolos sebagai kepala Sekolah Penggerak.

Sejumlah 24 SD itulah yang sekarang sedang melaksanakan Kurikulum Operasional Sekolah 2021.***

Bagikan ke:
baca juga:  Di Kabupaten Sragen, Kemendikbud Tunjuk 11 Sekolah Penggerak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *