Nasi Jagung Buntil Khas Angkringan Kebon Salak

KULINER

Penulis: Budhy HP | Editor: Dwi NR
TEMANGGUNG | inspirasiline.com

NAMA angkringan biasanya berkonotasi tempat kuliner yang digelar di tenda dan tidak ada bangunan permanen. Tapi tujuan kuliner khas yang satu ini bernama Angkringan Kebon Salak, justru bernuansa alami serasa di sebuah resto, dengan pemandangan sekitar berupa areal tembakau, persawahan, dan tanaman salak pondoh.

Lokasinya di Dusun Gondangan, Desa Tawangsari, Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

MODEL anjungan dibuat lesehan gazebo agar pengunjung bisa santai.

Menu khasnya adalah nasi jagung dengan sayur buntil dan gereh pethek serta kluban ramban. Semuanya serba tradisional dan merupakan menu perdesaan.

Nasi jagung diproses dengan cara tradisional oleh petani setempat, dengan cara membuat inthil atau nasi jagung setengah matang dan siap dikukus ketika dipesan pembeli.

“Makan yang enak tentunya bukan hanya diukur dari jenis makanan dan bumbunya saja, ada faktor pendukung, yaitu harus nyaman, suasananya tenang, sejuk, dan mendapatkan pemandangan yang indah saat makan,” kata Putri, penikmat kuliner khas dari Yogyakarta.

Seperti di Angkringan Kebon Salak, meskipun namanya angkringan, tapi suasananya serasa di sebuah resto alam dengan daya dukung kebon salak pondoh dan areal sawah. Menu nasi jagung buntil memang kekhasasn atau dijadikan ikon angkringan. Tapi menu lainnya tersedia lebih dari 10 macam.

Khusus nasi jagung dan perlengkapannya, ada menu paket 5 orang dan 10 orang, dengan lauk buntil dan ikan layur, serta sayuran ramban nonpestisida. Jika menghendaki per porsi juga tersedia.

Pemilik Angkringan Kebon Salak Muhamad Adib menjelaskan, menu lain tersedia bermacam macam, tapi nuansa sejuk dengan kekhasan nasi jagung tetap menjadi primadona dan dilestarikan.

Nama angkringan sendiri, menurut Adib, digunakan dengan tujuan agar pengunjung berasumsi harga murah atau terjangkau. Hal ini memang direalisasikan di daftar menu, di mana harga-harga makanannya berstandar perdesaan, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per porsi, atau jika paket rombongan mulai dari Rp 50.000 per paket.

baca juga:  Vaksinasi Sasar Ponpes, Gus Yasin: Meski Sudah Divaksin, Jangan Lupa Prokes

Dengan harga murah tersebut, ternyata usaha kuliner ini sudah mampu menggerakkan petani jagung untuk membuat inthil setiap hari, membuat buntil, dan mencari kluban ramban yang tumbuh liar di sawah.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *