Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen berencana mengajukan lagi revitalisasi Pasar Janglot, Kecamatan Tangen yang terbakar, Sabtu (25/9/2021) malam, dengan kebutuhan anggaran Rp 4,5 miliar pada 2022 mendatang.
Usulan revitalisasi tersebut segera diajukan menyusul adanya musibah kebakaran, Sabtu (25/9/2021) malam kemarin.

Sumber di Disperindag Sragen menjelaskan, pada 2019 pernah ada alokasi anggaran untuk pasar di Tangen, tapi bukan untuk Pasar Janglot.
Anggaran senilai Rp 5 miliar itu untuk pembangunan Pasar Dukuh, yang terletak di sebelah barat Simpang Empat Tangen atau Pasar Janglot lama.
Revitalisasi Pasar Dukuh sedianya dilaksanakan pada 2020, namun gagal karena terkena refocussing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.
“Dengan musibah Pasar Janglot terbakar ini, kemungkinan bisa diajukan revitalisasi di 2022. Untuk kebutuhan anggaran bisa berkaca pada 2017, karena pada tahun itu Pasar Janglot pernah diajukan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 4,5 miliar,” ungkap sumber di Disperindag Sragen kepada inspirasiline com, Senin (27/9/2021).
Usulan DAK untuk revitalisasi Pasar Janglot, saat itu sebenarnya sudah disetujui pemerintah pusat senilai Rp 2,5 miliar. Namun, karena tidak sesuai kebutuhan, alokasi DAK itu dialihkan ke Pasar Jatitengah di Sukodono dan Pasar Tunggul di Gondang.
“Pasar Janglot itu menempati lahan seluas 6.910 meter persegi, dengan jumlah pedagang sebanyak 597 orang yang terdiri atas kios 48 orang dan los 549 orang,” ujarnya.
Kepala Pasar Janglot Jumali mengatakan, ada 66 kios-los yang terbakar, meliputi 7 kios dan 59 los, dengan kondisi rusak berat dan sedang.
Jumali berharap, dalam waktu dekat ada alokasi anggaran untuk perbaikan ringan terhadap 66 kios dan los tersebut.
“Alokasi anggaran itu bisa di 2022 atau 2021 ini. Kebakaran itu diduga karena korsleting instalasi listrik di pasar yang kurang standar. Selain itu, untuk fasilitas darurat seperti hidran air tidak ada. Yang ada hanya tiga unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR),” beber Jumali saat ditemui inspirasiline.com di Kantor Disperindag Sragen, Senin (27/9/2021).
Jumali menyampaikan, Pasar Janglot yang terbakar itu sebelumnya berada di barat Simpang Empat Tangen, kemudian direlokasi ke tempat sekarang sejak 1990-an oleh Bupati R Bawono.
“Saya mengelola Pasar Janglot sejak 1994 sampai sekarang belum ada revitalisasi. Dulu pernah mengajukan renovasi, tapi belum terealisasi. Pasar ini sudah saatnya direvitalisasi,” ujarnya.***
