Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
PASANGAN suami-istri (pasutri) meninggal dunia dalam musibah kecelakaan maut di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang di Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Senin (11/10/2021), pukul 18.55.
Triyono (30), warga Bedowo RT 004, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen menerangkan, hantaman KA dengan mobil Isuzu Panther seperti ledakan dan ada semacam debu beterbangan.
Meskipun malam hari, Triyono masih bisa melihat kepulan debu itu karena di sekeliling lokasi kejadian berupa hamparan sawah.
“Saya hapal betul dengan korban. Yang saya hapali itu mobil Isuzu Panther ini, karena setiap hari lewat depan rumah saya. Korban, Pak Mulyono ini biasanya jualan soto di sebelah barat Pasar Masaran. Pulangnya setelah maghrib. Kalau berangkat sekitar pukul 03.00. Korban ini juga Ketua RW di wilayah Dukuh Dayu,” tutur Triyono kepada inspirasiline.com, Selasa (12/10/2021).
Mobil Isuzu Panther warna hitam berpelat nomor AD-9201-JF dihantam KA Gajayana dengan rute Malang-Jakarta hingga terseret sampai 50 meter dari perlintasan Bedowo.
Suami-Istri itu diketahui bernama Hadi Mulyono (61) sebagai sopir, tinggal di Dukuh Dayu RT 028/RW 008, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen dan istrinya, Sukinem (58).
Mobil terpelanting masuk persawahan yang berjarak sekitar 5 -7 meter dari jalur rel KA. Mobil tersebut dan sempat terguling dengan posisi korban di bawah.
Oleh warga, mobil itu digulingkan lagi agar memudahkan untuk mengevakuasi korban.
Hadi Mulyono dievakuasi lebih dulu dengan menggunakan ambulans Palang Merah Indonesia (PMI) Sragen pada pukul 19.30. Evakuasi kedua dilakukan pada penumpang, Sukinem, dengan menggunakan mobil ambulans Lazismu Sragen.
Kedua korban dibawa ke Ruang Forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soehadi Prijonegoro Sragen.
Setelah evakuasi korban selesai, giliran mobil derek mengevakuasi mobil Isuzu Panther untuk dibawa ke Mapolres Sragen.***
