Susul Dua Tersangka, Kadisdagkop UKM Akhirnya Ikut Ditahan

NEWS

Penulis: Yokanan
BLORA | inspirasiline.com

SETELAH sempat tertunda karena sakit, Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora akhirnya menahan S. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Blora, tersangka dugaan kasus jual-beli kios Pasar Induk Cepu ini digiring ke Rumah Tahanan Kelas II-B Blora, setelah menjalani pemeriksaan oleh Tim Penyidik Pidana Khusus Kejari Blora.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Blora melalui pesan WhatsApp kepada wartawan mengatakan, tersangka S didampingi penasihat hukumnya hadir ke Kejaksaan pada pukul 8.30, untuk mengikuti pemeriksaan.

“Yang bersangkutan datang ke Kejaksaan Negeri Blora, dengan didampingi penasihat hukumnya, dalam kondisi sehat, dan langsung diperiksa oleh Tim Pidsus,” ungkapnya melalui pesan WhatsApp kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Tersangka S selaku Kadinas Disdagkop mengikuti jejak kedua bawahannya, yaitu W, Kabid Pasar dan MS, Kepala UPTD Pasar Cepu yang sebelumnya sudah ditahan ke rutan yang sama.

Setelah hampir tiga jam menjalani pemeriksaan, tersangka keluar gedung mengenakan rompi warna merah dengan pengawalan ketat petugas.

“Hari ini kami lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. Skrining tim kesehatan, yang bersangkutan dinyatakan sehat,” kata Kasi Intel Kejari Blora Muhammad Adung.

Adung juga mengatakan, saat ini Kejaksaan sedang menyiapkan berkas pelimpahan ketiga tersangka ke Pengadilan Tipikor Semarang.

“Pelimpahan secepatnya kami lakukan supaya tidak berlarut, sehingga penyelesaian perkara ini lebih cepat,” ucapnya.

Ketika dikonfirmasi terkait peran S, selaku Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora, dan apakah akan ada tersangka baru, Adung enggan membeberkannya.

“Nanti itu akan diketahui di persidangan, termasuk ada-tidaknya tersangka lain dalam kasus ini. Untuk tersangka lain, silakan tanyakan kepada Kasi Pidsus ya,” ujarnya.***

Bagikan ke:
baca juga:  15 Pejabat Ikuti Seleksi JPTP Secara Terbuka dan Kompetitif  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *