Ketua DPC Demokrat Sragen kunjungi Ibu Kandung Tili

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Sosok Tili yang nama aslinya Paiman (35) penangkap buaya berkalung ban di Palu, Sulawesi Tengah asal Sragen sukses mencuri perhatian masyarakat Indonesia, keberanian Tili menangkap buaya ukuran raksasa itu membuat namanya kini menjadi terkenal dan viral di mana-mana.

Bahkan, Tili disebut-sebut masyarakat luas mampu mengalahkan Panji dan Matt Wright, pawang buaya asal Australia yang pernah mencoba menangkap buaya berkalung ban di Palu tersebut.

Ketua DPC Demokrat Sragen Budiono Rahmadi ( Mas Bro) saat bincang-bincang dengan Ibu dan kakak kandung Tili : Waginem (74) dan Tarumi (40)

Sejak beredar  berita tentang Tili dengan nama lengkap Paiman menangkap buaya berkalung ban  asal-usul Tili dan Ibundanya diketahui.

Hampir 12 tahun, Tili meninggalkan kampung halaman di Dukuh Pondok RT. 19, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.

Sejak meninggalkan kampung halaman bersama istri dan putranya merantau di Palu, ibunda tercinta Tili bernama Waginem (74) tidak pernah mendapatkan kabar dan kondisi putranya.

Beredarnya kabar tersebut, membuat Ketua Dewan Pimpinan Cabang ( DPC) Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi yang sering dipanggil Mas Bro Sabtu (12/2/2022) menyempatkan waktu mengunjungi Ibu kandung Tili di Dukuh Pondok RT. 19, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar.

Ketua DPC Demokrat Sragen Budiono Rahmadi saat mengunjungi ibu kandung Tili penakluk buaya berkalung ban di kampung pondok RT 19,Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen

Dalam kunjungan tersebut, Mas Bro memberikan bantuan, dukungan dan semangat pada Waginem, sambil menanti kabar dan kepulangan putra tercintanya.

Informasi yang diterims Inspirasiline.com. Di tengah-tengah kunjungan Ketua DPC Demokrat Sragen  yang juga Pengusaha asal Desa Sepat, Kecamatan Masaran Budiono Rahmadi, Waginem  menceritakan rasa kangennya pada putra tercinta yang bertahun-tahun tidak ada kabar.

“Oalah, Mas, Mas. Kadang nak kelingan,  ya nangis, wong ya jenenge anak, nak mati ora eruh batange, nak urip mboten krungu kabare. Ngonten, ngerti-ngerti anak kulo muncul teng TV karo di HP katane nyekel boyo,” Ungkap Waginem pada Mas Bro dengan nada sedih.

Setelah mendengar berita tersebut, kini Waginem sudah sedikit merasa lega akan keberadaan putranya.

Selain itu, Waginem  juga membeberkan sosok Tili saat masih kecil.

“Tili dulu waktu kecil tidak sekolah mas, sukanya pergi ngalas cari burung dan cari ikan, sudah terbiasa cari hewan-hewan di alas, wajar kalau dia berani menangkap buaya seperti itu,” Ungkap Waginem menambahkan.

Di sela-sela kunjungan tersebut,  Mas Bro menyampaikan rasa kagumnya pada sosok Tili yang berhasil menyelamatkan buaya di Palu, namun di sisi lain Mas Bro berharap agar Tili segera pulang dan bertemu ibunya.

“Iya, kemarin ibunya menceritakan pada saya bahwa Tili udah lama tidak menghubungi ibunya dan keluarganya di kampung. Maka dari itu, Mas Tili monggo Mas niki ibu kangen jenengan suruh telpon atau kalau bisa cepat pulang tilik simbok ( Ibu-red),” Ungkap Mas Bro kepada Inspirasiline.com Minggu (13/2/2022). ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *