Tegal-Inspirasiline.com. Sekitar 200 orang yang tergabung dalam ” Gerakan Tegal Bersatu ” melakukan aksi damai dengan berjalan kaki dari Jalan Pancasila menuju ke gwdung DPRD Kota Tegal. Selama dalam perjalanan yang dikawal oleh petugas dari kepolisian, mereka menyuarakan yel yel bernada kekecewaan terhadap kebijakan Walikota Tegal yang dinilai telah menyengsarakan mereka.
Pelaku aksi demo, adalah para pedagang diseputar alun-alun dan jalan Pancasila Tegal, serta para pemilik toko dan sejumlah mahasiswa. Sebelum para pendemo tiba di halaman gedung DPRD Jl.Pemuda Kota Tegal, Para petugas keamanan sudah bersiap siap berjajar di deoan gedung yang kebetulan pada hari itu Senin 28/3 sedang berlangsung sidang paripurna tentang pertanggung jawaban walikota atas kinerjanya kurun waktu satu tahun.

Namun sebelum para aksi demo tiba, kegiaan di gedung DPRD tersebut sudah selesai dan Walikota sudah meninggalkan gedung wakil rakyat tersebut. Di depan gedung mereka saling ber orasi, yang isinya menentang kebijakan pembangunan yang semestinya untuk kesejahteraan rakyat tetapi justru sebaliknya. Seperti diketahui bahwa pemkot Tegal telah merevitalisasi alun-alun yang dijadikan taman yang berimbas pada ” pengusiran ” para pedagang kaki lima tanpa relokasi yang jelas. Sama hal nya pembangunan pelebaran jalan Pancasila depan stasiun kereta api juga yang jadi korban pedagang, dan yang lebih di keluhkan Lagi oleh mereka adalah pemortalan akses jalan yang menuju ke jalan pancasila dan alun alun.

Kordinator aksi demo Fauzan minta supaya portal yang jumlahnya sekitar 13 titik tersebut harus di bongkar, karena pembuatan portal itu tidak ada dasar hukumnya. Mereka juga minta kepada pemkot agar para pedagang dikembalikan seperti ketempat semula. Perwakilan lainnya yakni Kopral juga mengancam kalau aksi ini tidak segera ditanggapi oleh walikota, dia akan berlanjut melakukan aksi besar besaran di di Monas Jakarta dan akan berkirim surat kelembaga penting di pusat maupun daerah. Kopral jug mengatakan bahwa pihaknya tidak kagum dengan penghargaan yang diperoleh pemkot Tegal dari pemerintah pusat. ” Buat apa setumpuk penghargaan kalau rakyatnya menderita.” Tandas Kopral.

Aksi demo yang dilakukan para PKL sudah kesekian kali, tapi belum ada respon dari walikota Tegal Dedy Yon Supriyono. Setelah mereka berekspresi menyampaikan kekecewannya, dengan umpatan-umpatan kalimat yang menghujat walikota, akhirnya mereka bisa ditenangkan oleh Sekretaris Dewan Hervy yang menyampaikan bahwa ketua DPRD akan hadir ditengah tengah pendemo. “. Maaf saudara saudara kita tenang sejenak sebentar lagi pa ketu akan hadir.” Tandas Hervy.
Dengan didampingi sejumlah anggota dewan yang lain, Kusnendro hadir menemui mereka dan minta sejumlah perwakilan untuk berdialog, menampung aspirasi mereka yang nantinya akan dikordinasikan dengan walikota dan dinas terkait.
Atas permintaan para pedagang untuk bisa bertemu langsung dengan walikota, Kusnendro yang didampingi wakil ketua KH.Habib Zainal Abidin, Nendro menjanjikan Kamis besok kedua pihak akan dipertemukan supaya ada jalan terbaik. (Biet)
