Harga Cabe Dipasar Janglot Tangen Sragen, Melambung Tinggi sampai Rp 100 ribu/Kilogram

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Harga cabe di seluruh pasar tradisional yang ada di  Kabupaten Sragen melambung tinggi, akibatkan curah hujan yang tinggi, tanaman cabe banyak yang mati sehingga pasokan cabe berkurang.

Hal itu disampaikan salah satu pedagang bumbu dapur dipasar Janglot Tangen, Kabupaten Sragen. Painah (68) saat ditemui Wartawan  Sabtu (18/6/2022).

Painah menyebutkan  beberapa bulan ini harga cabe naik tajam, cabe rawit (sret-red) satu kilogram mencapai Rp 100.000,  cabe merah per kilogram Rp 80.000, cabe hijau per kilogram Rp 40.000.

“jadi dari lebaran sampai sekarang selalu naik ini puncak kenaikan harga cabe sampai Rp 100.000/ kilogram, itupun stok kadang tidak ada” Ungkap Painah menjelaskan.

Penjual pecel lele diwilayah Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen Maryanto (38)  mengeluh, karena setiap hari harus membeli 2 kilogram Lombok/cabe untuk sambal adonan pecel lele, ayam goreng, nila goreng dan bebek goreng.

“Terpaksa saya oplos dengan cabe yang seharga Rp 40.000/ kilogram, kalau beli cabe sret Rp 100.000/ kilogram, ya mengalami kerugian saya siasati mencampur cabe cabe sret, agar tidak merugi, gara gara harga cabe yang mahal untuk rasanya tetap pedas” Ungkapnya.

Sebenarnya kenaikan harga bukan hanya cabe saja kata Maryanto, melainkan telor ayam, ayam potong dan kebutuhan lain termasuk harga minyak goreng juga harganya juga tidak terkendali.

Sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Sragen berpendapat hal tersebut menyebabkan minat pembeli melemah, para ibu rumah tangga juga kena dampak dari kenaikan berbagai komoditas dipasar tradisional diwilayah Kabupaten Sragen, semua akibat curah hujan tinggi, tanaman cabe banyak yang mati, dan mahalnya harga pakan ternak ayam, jadi telor dan ayam harganya naik signifikan. ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *