Bayat Krajan Sangiran Nguri-uri Budaya Setempat

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Di tengah mulai punahnya seni tradisional, sejumlah  pemuda  Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen masih menjaga kesenian tradisional asal Desanya sendiri.

Adalah Pekumpulan Brayat Krajan Sangiran, lima orang  bergabung dalam perkumpulan tersebut aktif  nguri-nguri budaya setempat.

“Ada alat musik dari bambu yang dibuat sendiri. Cara memainkannya dengan ditiup dan dipetik. Dulu sempat vakum hampir 32 tahun, sekarang mulai dihidupkan kembali,” Ungkap salah satu penggiat seni Desa Manyarejo, Tri Handoko kepada Inspirasiline.com di Balai Desa Manyarejo Jum’at (26/8/2022).

Tri Handoko menambahkan musik dari bambu tersebut adalah musik gambus, yang mempunyai makna gayenge yen diembus.

Penggiat seni lain, Rahmat Tugiyono mengatakan, lagu-lagu yang dimainkan juga hasil buatan sendiri dengan buatan Dosen dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta

Selain seni musik gambus, ada juga Tari Balung Buta hasil kreasi mereka pada 2020.

Ketua Perkumpulan Brayat Krajan Sangiran, Heri Irawan, mengatakan, pekumpulannya sudah resmi berbadan hukum pada Mei 2022  kemarin

“Dengan berbadan hukum, perkumpulan ini menjadi lebih kredibel ketika ingin mencari sponsorship,” Ungkap Heri Irawan menambahkan

Mereka saat ini berlatih di Rumah Joglo Mbah Tugi, tepatnya di depan Klaster Museum Manyarejo. Rumah tersebut sejatinya kosong (tidak ditempati-red) dan terbelangkai kemudian mereka gunakan untuk latihan.

Kesulitan dalam mengembangkan kesenian di Desa Manyarejo kurang berminatnya Generasi Muda, sehingga ketika diajak kebanyakan menolak.

Selain itu dukungan pendanaan, kostum yang digunakan dalam Rempeg Balung Buta pun dibuat sendiri dengan memanfaatkan pelepah pisang di sekitar mereka. (Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *