Pawai Bronjong Meriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-77

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. Sebanyak 200 sepeda motor yang dihias bronjong mengikuti pawai dalam rangkaian HUT ke 77 Kemerdekaan RI tingkat Desa Pranan Kecamatan Polokarto, Minggu (28/08/2022).

Pawai yang juga diikuti sekitar 20 mobil jeep hingga pikap itu merupakan kegiatan pre-event menyambut Festival Jambu pada awal Bulan September mendatang.

Iring-iringan Pawai dimulai dari Lapangan desa Pranan menuju ke Sukoharjo, kemudian melewati  Ngombakan dan kembali ke lapangan desa Pranan.

Foto pawai bronjong

 

Kepala Desa Pranan, Djigong Sarjanto, mengatakan pemilihan bronjong erat kaitannya dengan potensi desa setempat yang mayoritas penjual buah segar terutama jambu air.

Sarjanto berharap dengan kegiatan itu warganya tak harus berkeliling menjual jambu ke wilayah lain. Justru dengan kegiatan itu masyarakat di luar daerah dapat mengenal potensi Desa Pranan. Pawai beronjong hias Desa Pranan berjalan sejauh 20 kilometer melewati SPBU Telukan, Grogol, menuju Terminal Sukoharjo hingga menembus Desa Ngombakan.

“Pada tahun 2006 sempat ada larangan membawa buah dengan bronjong lantaran tidak sesuai perutukannya. Namun setelah berdiskusi dengan Satlantas akhirnya sepeda motor menggunakan bronjong diperbolehkan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Polokarto Hery Mulyadi mengatakan kegiatan festival jambu dan pawai bronjong merupakan kali pertama yang dilakukan oleh pemerintah desa Pranan.

“Kami berharap kegiatan positif ini dapat berlanjut pada tahun mendatang. Sebab festival jambu dapat membranding bahwa desa Pranan memiliki jambu air yang berkualitas dan bisa menjadi icon desa setempat” ujar Hery.

Festival Jambu di Desa Pranan akan digelar pada 4 hingga 6 September 2022 mendatang. Selama ini desa Pranan mempunyai jambu yang melimpah.

Pada pranan festival jambu juga berlangsung beberapa agenda, seperti lomba video tiktok, lomba sepeda onthel kranjang, lomba geguritan dan lomba dolanan anak-anak.  Serta yang paling ditunggu adalah wisata kebon jambu.

Dimana pada wisata tersebut masyarakat dibebaskan memetik dan membeli jambu air langsung di tempat lokasi kebun jambu di desa Pranan. (Prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *