Sragen-Inspirasiline.com. Pembangunan Jembatan penghubung Kecamatan Masaran dengan Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen mangkrak selama lebih kurang tiga (3) tahun. Terhentinya lantaran masih terkendala pembebasan lahan. Padahal pondasi di ujung-ujung Jembatan sudah terpasang baik di Desa Pilang, Masaran maupun di Desa Gedongan, Plupuh.
Jembatan itu disebut-sebut dibangun untuk menggantikan Jembatan Gantung Jantran yang berjarak sekitar 550 meter.
Kondisi Jembatan Gantung Jantran sudah mulai rusak, seperti lantai Jembatan yang mulai terkelupas hingga tali penyangga ada yang putus menyebabkan permukaan Jembatan menjadi miring.
Warga Jantran Kecamatan Masaran Suparno ditemui Inspirasiline.com Senin (29/8/2022) mengungkapkan, sebenarnya Pondasi Awal Pembangunan Jembatan itu sudah kelar baik di bagian Desa Pilang maupun Desa Gedongan.
“Kendalanya apa, saya juga tidak tahu. Tapi setelah pekerjaan Pondasi, Proyek kok berhenti.Kalo tidak salah sekitar tiga tahun ini mandek,” Ungkap Suparno warga RT 28, Desa Jatran, Kecamatan Masaran
Aktivis Sragen Suyadi sangat menyayangkan mangkraknya Proyek Jembatan tersebut. Seharusnya sebelum dimulai pekerjaan, pembebasan lahan sudah selesai sejak awal.
“Seakan Proyek Jembatan ini tidak dihitung secara matang. Terbukti pembebasan lahan tidak kelar, perhitungan Rencana Anggaran Belanja (RAB) juga tidak pas, sehingga Jembatan yang sangat dibutuhkan warga mangkrak,” Ungkap Suyadi.
Melihat kondisi itu, kata Suyadi, seharusnya Kejaksaan ikut mengawal Proyek Jembatan, agar uang Negara tidak mubazir. Karena proyek itu dari Propinsi, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) turun tangan untuk audit.
Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen R.Suparwoto mengatakan, tahun ini Pemerintah Daerah (Pemda) komitmen selesaikan pembebasan lahan untuk tahun 2023. Setelah persoalan lahan selesai, tahun 2024 melanjutkan Jembatan.
“Akhir tahun 2024 diharapkan Jembatan sudah selesai,” Ungkap R.Suparwoto.
Diketahui untuk tahun 2023 dianggarkan Rp 2 miliar sebagai pembebasan lahan tercatat ada 50 bidang tanah yang terdampak dari Pembangunan Jembatan Pilang-Gedongan. Yang sudah terbayarkan sebanyak 13 bidang, kemudian sudah setuju namun belum dibayarkan terdapat 34 bidang, dan ditambah 3 bidang yang segera akan dibayarkan.
Awal Proyek Jembatan tersebut dibangun menggunakan Anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng senilai Rp 7 miliar. Karena pembebasan lahan belum selesai, Alokasi Anggaran tersebut terpakai sebanyak Rp 3 miliar.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen sendiri memperkirakan Pembangunan Jembatan akan dimulai pada tahun 2024 tersebut menelan anggaran senilai Rp 50 miliar. (Sugimin/17)

As a Newbie, I am permanently exploring online for articles that can be of assistance to me. Thank you
I have been browsing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article like yours. It is pretty worth enough for me. Personally, if all site owners and bloggers made good content as you did, the internet will be a lot more useful than ever before.
The dedication to high quality content is evident and incredibly appealing. It’s hard not to admire someone who cares so much.
I must admit, The depth of analysis is as attractive as The words. Great work has never looked so good.
Glad I stumbled upon this article. It’s like finding a $20 bill in a pair of old jeans.