Menko PMK RI Kunjungi Grobogan, Gelar Tausiyah Kebangsaan Berantas Stunting

NEWS

Grobogan-Inspirasiline.com. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Muhadjir Effendi melakukan kunjungan ke Kabupaten Grobogan. Dalam kunjungan tersebut, Menko disertai Kepala BKKBN Pusat Hasto Wardoyo, Komandan Korps Brimob Polri, Anggota DPR RI Komisi IX Edy Wuryanto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Menko akan menyampaikan materi dalam acara “Tausiyah Kebangsaan Gerakan Semesta Mencegah Stunting di Kabupaten Grobogan” bertempat di gedung serbaguna Dewi Sri Purwodadi Grobogan Jawa Tengah, Selasa (23/5/23).

Hadir pula dalam acara tersebut Bupati Grobogan Sri Sumarni, Wakil Bupati dr. Bambang Pujiyanto dan Forkompinda beserta seluruh Kepala OPD, para Camat dan Kepala Puskesmas, para Kades se Kabupaten Grobogan, Ketua PW Muhamadiyah Jateng, Ketua PD Muhamadiyah Grobogan Rosyidi, wakil ormas keagamaan dan warga Muhamadiyah Kabupaten Grobogan. Kehadirannya disambut hangat dan meriah oleh warga Grobogan.

Menko PMK Muhajir Effendi saat datang di gedung Dewi Sri bersama Gubernur Jateng

Disela acara itu, Muhajir Efendi yang juga Ketua PP Muhamadiyah meletakkan batu pertama pembangunan kampus ITB MG (Institut Teknologi Bisnis Muhamadiyah Grobogan). Disamping itu juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus Daerah Muhamadiyah Grobogan periode 2022-2027 oleh Pengurus Wilayah Muhamadiyah Jateng.

Dalam laporannya, Bupati Grobogan menyebutkan di Grob masih terdapat angka kemiskinslan sebesar 11,89% dengan angka stunting sekitar 9,6% nya tetapi saat ini meningkat menjadi 17% namun Grobogan telah meluncurkan Gerakan Sejuta atasi stunting. Diakui Bupati, Grobogan juga masih mempunyai kemiskinan ekstrem. Terkait hal ini, Gubernur minta agar tahun 2024 di Grobogan bebas kemiskinan ekstrem.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo tengah melakukan presentasi data stunting

Pada hari yang sama sebelum acara Tausiyah Kebangsaan tersebut dimulai, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Bupati Grobogan, Ketua TP PKK Grobogan Rinjani Bambang Pujiyanto meninjau pelaksanaan posyandu di Desa Krangganharjo Kecamatan Toroh dan melihat pelaksanaan upaya pencegahan stunting, pelaksanaan pelayanan ibu hamil serta memberikan bantuan kepada anak anak stunting di wilayah tersebut.

baca juga:  Pemkab Sragen Salurkan Bantuan Subsidi BBM Pelaku Angkutan Umum

Sementara itu Hasto Wardoyo selaku Kepala BKKBN Pusat menyebut dari 7-10 juta balita usia 1-1,5 tahun di Ind, 14% nya yakni sekitar 2 juta anak tersebut menderita stunting. Selanjutnya Hasto mengukuhkan Bapak Ibu Asuh Stunting Kabupaten Grobogan yang terdiri dari Polres, Kodim, Lazismu, PKK Kab.Grobogan.

Dalam sambutannya Hasto mengatakan ia menyebut program pak Ganjar seperti jangan ada Jus (janda usia sekolah), Jateng gayeng nginceng wong meteng bagus sekali. Selanjutnya ia membeberkan data ibu hamil yang anemia, usia perkawinan dsb. Stunting itu pasti pendek, tapi kalau pendek belum tentu stunting, kata Hasto.

Sedangkan Edy Wuryanto Komisi IX DPR RI mengatakan 2 hal yakni PMK membawahi 14 departemen di RI, untuk stunting merupakan kerja keras dari semua pihak. Hari ini merupakan kerja bareng BKKBN dengan Muhamadiyah, kata Edy.

Sementara Gubernur Jateng dalam acara tersebut lebih suka berdialog dengan para siswa putri terkait dengan pernikahan dini daripada memberikan sambutan, dialog dengan bidan dan aisyah hal ini lebih disukai hadirin. Pokoknya bila ditemukan balita dengan stunting, cepat di data dan melaporkannya kepada saya lewat email Laporgub, jelas Capres 2024 itu.

Menko PMK dalam sambutannya mengatakan angka kemiskinan ekstrem Grobogan sebesar 2,29% tapi saat ini angka itu sudah dibawah 2%, baik penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim. Muhadjir menyebut dana pusat, propinsi dan apbd bisa digunakan untuk upaya dalam penurunan kemiskinan.ekstrim karena miskin ekstrim juga berpotensi menjjadi stunting “Miskin ekstrim dan stunting itu beda tiois kok” ujarnya . untuk itu gerakannya bisa terpadu Jangan ada orang miskin tidak punya kartu bpjs..”Kalau ada orang miskin belum punya jaminanin kesehatan,segera laporkan ke saya” pinta Muhajir. Disamping itu sanitasi penting, mck air bersih dan air minum yang mengkoordinir adalah Menko PMK, oleh karena itu tidak boleh pakainl program aspirasi. “Kalau stunting bisa dibeayai dari bansos, sedangkan miskin ekstrim bisa dari dana multi fungsi.” tandas Muhajir
Usai sambutan Menko PMK, acara ditutup dengan foto bersama.

baca juga:  Jelang Lebaran, Polisi Ingatkan Warga Kota Tegal Waspadai Tindak Kejahatan

Acara ini juga dimeriahkan dengan display pelayanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan gula darah, pemeriksaan tensi, bazar UMKM di halaman gedung Dewi Sri Purwodadi Grobogan. (jkwi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *