Bank BPR Syariah Sukowati Sragen Berdayakan Ibu Rumah Tangga Untuk Lebih Berdikari

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. PT BPR Syariah Sukowati Sragen memberikan Pelatihan Pengembangan Ekonomi Rumah Tangga untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga di Wilayah Eks Kawedanan Gemolong (Kecamatan Gemolong, Plupuh, Sumberlawang, Miri, Tanon, dan Kalijambe).

Pelatihan yang berupa Pemberdayaan Kebutuhan Sanitasi untuk Rumah Tangga dengan Melatih Pembuatan Sabun Cuci Piring dikuti oleh Tim Penggerak PKK Desa minimal mengirimkan Dua Orang peserta.

Direktur BPR Syariah Fakhruddin Nur saat ditemui pada kegiatan Expo dan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Kebutuhan Rumah Tangga di Kecamatan Gemolong Jumat (20/20/2023) mengatakan BPRS telah akan Melaksanakan Tiga Cakupan Program Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat.

“Kami Melatih Pembuatan Sabun untuk Kebutuhan Sehari-Hari. Kegiatan pertama ini ditujukan untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga sehingga bisa meningkatkan Pendapatan Rumah Tangga. Pelatihan ini dibawah Bimbingan Bank Syariah Sragen dan bekerjasama dengan Tim Peduli Paguyuban Pengusaha Gading Sukowati.” Katanya.

Selain Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Kebutuhan Rumah Tangga, pihaknya juga akan Memberdayakan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Dengan Management Persampahan dapat melatih Ibu Rumah Tangga untuk mengurangi Produksi Sampah agar Sampah Berhenti di Rumah Tangga (Zero Waste).

“Mengurangi Produksi Sampah membutuhkan waktu. Belgia yang Negara Maju Saja butuh waktu 40 Tahun untuk Belajar Pengelolaan Sampah. Apalagi Sragen, kapan lagi jika tidak mulai sekarang. Dan itu dimulai dari Scoop yang paling Kecil yaitu Rumah Tangga Kita.” Ungkapnya.

Yang Ketiga adalah Pelatihan Literasi Keuangan bagi Ibu-Ibu Rumah Tangga. Menurutnya, Tantangan Teknologi dan Globalisasi saat ini banyak Bermunculan Financial Technology seperti Pinjol dan Pay Later yang dikhawatirkan para Ibu Rumah Tangga jika tidak dipahami Literasinya akan terperosok kedalam Pinjaman Online.

“Kita beri pemahaman bahwa Paylater itu juga termasuk Pinjaman Online yang harus kita Manage dengan baik. Sampai saat ini kemacetan Pinjaman Online sampai dengan Rp 10 Triliun. Dengan Management Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga maka akan diberikan Literasi. Jangan sampai Keluarga Kita Terjerat Pinjol.” Jelasnya.

Sementara Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan Pelatihan yang diberikan oleh Bank Syariah mengajarkan para Perempuan agar lebih mandiri untuk menambah Penghasilan Keluarga.

“Semoga apa yang kita lakukan ini bisa menambah Perekonomian Keluarga lebih baik. Tanpa harus Keluar Rumah. Membuat Sabun bisa dikerjakan di Rumah. Anggaran untuk Beli Sabun jadi berkurang. Yang kita harapkan Ibu-Ibu Berdikari Mandiri. Sehingga kita tidak harus bergantung pada Suami.” Pungkas Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati

Dalam kesempatan itu Direktur PT BPRS Syariah Sukowati Sragen menyerahkan Piala Penghargaan BUMD Award Kepada Bupati Sragen sebagai Peringkat Pertama Bank Perekonomian Rakyat (BPR) untuk kategori sedang dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. (Sugimin/17-Release Diskominfo Sragen)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *