Wonogiri-Inspirasiline.com. Masa liburan tidak disia – siakan oleh para peserta didik untuk berwisata. Tak luput, Candi Prambanan yang berada di Kecamatan Prambanan Kab.Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dibanjiri wisatawan, baik pelajar, turis domestik, atau pun turis manca negara. (23/5/2024).
Ribuan wisata menikmati keanggunan dan keindahan Candi Prambanan, sambil santai menikmati jajanan ala Prambanan, membeli prenak – prenik hasil kerajinan tangan, serta kaos bergambar Candi Prambanan sebagai cindera mata.

Tak hanya itu, belum lengkap jika melihat Candi Prambanan tidak menikmati pentas Sendratari Ramayana, atau populer disebut ” Ramayana Ballet “.
Saat musim penghujan Sedratari Ramayana pentas di Gedung Trimurti, sedangkan musim kemarau pentas di Panggung Terbuka, dengan ukuran panggung 14 x 50 m, latar belakang Candi Prambanan, lingkungan alam Gunung Merapi, langit biru, sinar bulan sebagai dekorasi alam, serta sinar lampu aneka warna.
Harga karcis masuk ;
VIP : Rp 450.000
Special : Rp 300.000
Kelas 1 : Rp 200.000
Kelad 2 : Rp 150.000
Pentas dimulai pukul 7.30 – 9.00 membeberkan kisah kasih Rama Wijaya – Dewi Shinta, dengan liku – liku peristiwa manis, pahit, serta pengorbanan gugurnya para senapati perang.

Sebelum pentas dimulai, para penonton disuguhi lantunan gamelan mengalunkan gendhing bonangan.
Berikutnya, sepasang membawa acara menyampaikan proloog berbahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, bahwa pertujukkan segera dimulai.

Para menari menampilkan kemampuannya sesuai peran masing – masing.Tepuk tangan membahana saat adegan Anoman ditangkap prajurit Alengka yang akhirnya diobong dialun – alun Kerajaan Alengka.
Para turis asing – pun ikut tepuk tangan, manggut – manggut, kagum melihat kobaran api membakar tubuh Hanoman, disertai pertempuran dasyat antara prajurit kera dari Ayodya melawan wadyabala raksasa dari Alengka.

Syahdan, ringkas cerita bala tentara Alengka kalah perang, Shinta bersama Rama, Lakmana, pasukan wanara kembali ke negara Ayodya. Rama Shinta hidup mesra bahagia setelah lulus uji kesucian lewat peristiwa ” Shinta obong.”
Byar, lampu yang semula gulita berubah terang benderang, menerangi panggung tanda pentas Sendratari Ramayana telah usai.
Para penonton turun dari tempat duduk menghampiri para penari untuk foto bersama. (SK/19)
