Gunung Dewa-Dewi Kebun Alpukat

NEWS

Wonogiri-Inspirasiline.com. Gunung Dewa-Dewi, begitu orang menyebut. Jangan salah pikir,  Gunung Dewa-Dewi bukan seperti yang kita bayangkan, gunung yang tinggi menjulang, seperti G.Merapi, atau  G.Merbabu.

Bukan seperti itu, Gunung Dewa-Dewi adalah bukit yang memiliki ketinggian wajar, berada di Dusun Sumur, Desa Suci, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Saat ini tempat tersebut baru viral, karena kawasan  gunung Dewa-Dewi yang semula merupakan bukit tandus, tanah tegalan, penuh batu hitam, gamping, rijang, berserakan, kini telah diubah menjadi perkebunan Alpukat yang jumlahnya ribuan batang. Perkebunan tersebut digarap oleh ” Satriya Alam Petani Hati” , ditata rapi, artistik, dilengkapi taman rekreasi.

Menurut Mas Budi ( pemilik perkebunan ) lahan  yang luasnya mencapai puluhan ribu hektar  tersebut, merupakan  milik pribadi, dikelola dengan dana  sendiri. Mas Budi yang berasal dari  Bekonang, Sukoharjo, dalam menangani perkebunan tersebut  bersama Mas Tito, dan Mas Dodi.

Gazebo Amben Kkanthil

” Perkebunan Alpukat milik saya terletak di 4 lokasi  pegunungan, semua berada di wilayah Kec. Pracimantoro.

Kegiatan ini saya mulai tahun 2020. Jadi, tanaman Alpukat ini rata-rata baru berusia 2-3 tahun. Bibit Alpukat  saya beli dari pembibitan warga “, jelas Mas Budi kepada awak media.

Mas Budi memprediksi, dalam jangka waktu 5-6 tahun Alpukat sudah berbuah. Hasilnya dapat dimanfaatkan warga setempat, daerah lain, selebihnya direncanakan diexpor ke luar negeri.

Suasana Gunung Dewa Dewi wsktu sore

Lokasi perkebunan Alpukat  Gunung Dewa-Dewi Pracimantoro, jika ditempuh dari kota Wonogiri, kendaraan roda empat, makan waktu kurang lebih 1 jam, dapat melewati jalur Wonogiri-Pracimantoro, atau Wonogiri-Baturetno.

Apabila berangkat dari Kec.Baturetno, hanya membutuhkan waktu 25 menit.

Gunung Dewa-Dewi, kecuali lahan perkebunan Alpukat, juga layak sebagai tempat rekreasi,  walau menurut Mas Budi bukan tujuan utama. Menurut pengamatan awak media inspirasiline.com lokasi Gunung Dewa-Dewi memiliki panorama alam yang amat indah, dengan latar belakang gugusan pegunungan Seribu, serta ragam jenis pepohonan.

baca juga:  Pengamanan Pelantikan Kepala Daerah Diberlakukan Operasi Mantap Praja

Lokasi Gunung Dewa-Dewi kecuali menyuguhkan hamparan pohon Alpukat, juga menyajikan taman rekreasi.

Jalan menuju lokasi sebagian sudah diaspal, sebagian dicor semen. Sepeda motor dapat langsung sampai ke puncak,  sedangkan mobil terpaksa berhenti di tempat parkir. Pengunjung yang tidak membawa sepeda motor dapat berjalan kaki, atau menggunakan jasa ojek, dengan ongkos Rp 5.000.

Di lokasi ini pengunjung dapat menikmati indahnya pemandangan alam, gugusan pegunungan Seribu, kelok jalan, pagar batu kapur ditata rapi menyerupai jajaran wayang,  sangat apik dan artistik.

Jika pengunjung lelah, dapat beristirahat di gazebo yang dipajang di pinggir jalan. Jangan heran, gazebo ditempat ini lain dengan gazebo yang pernah pengunjung jumpai. Gazebo di Gunung Dewa-Dewi ini berbentuk ” Amben kanthil ukir ” yang dibeli dari Banyuwangi, Jawa Timur, jumlahnya tak terhitung.

Di puncak Gunung Dewa-Dewi pengunjung dapat melihat kebun Alpukat dari dekat, berbagai patung berdiri megah, baik yang berada di pinggir jalan, atau di tengah kolam air.

Jika  Anda mengunjungi tempat ini, sebaiknya datang waktu sore, sekaligus melihat matahari tenggelam, sambil menikmati jajanan dan minuman yang dijajakan warga setempat.

Saat liburan, tempat ini sangat ramai pengunjung, terutama kawula muda. Mereka berasal dari berbagai daerah, dengan  mengendarai sepeda motor, atau mobil. (SK/ 19)

Bagikan ke:

2 thoughts on “Gunung Dewa-Dewi Kebun Alpukat

  1. Hi Neat post Theres an issue together with your web site in internet explorer may test this IE still is the marketplace chief and a good component of people will pass over your fantastic writing due to this problem

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *