Pemerintah Diharapkan Hadir Memberikan Perlindungan Anak Yatim-Piatu Terdampak Covid-19

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Pandemi Covid-19 telah berdampak sangat besar dalam seluruh sektor kehidupan. Korban jiwa akibat virus corona, itu pun masih terus berjatuhan hingga saat ini. Banyak dari korban jiwa itu meninggalkan anak-anak berusia dini. Anak-anak yang menjadi yatim piatu itu masih sangat membutuhkan peran perlindungan, finansial, dan kasih sayang orang tuanya.

Untuk itu Pemerintah diharapkan hadir memberikan perlindungan kepada anak-anak tersebut.

Hal tersebut dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto, saat membuka secara resmi Workshop Penyusunan Rencana Aksi Bagi Anak Yatim Dan/Atau Piatu Kabupaten Sragen di Opproom Sekretariat Daerah ( Setda) Sragen Kamis (10/2/2022).

Sekda Sragen Tatag Prabawanto

Tatag Prabawanto, mengemukakan,  berdasarkan data yang disampaikan Kementrian PPA per 2 November 2021 tercatat sebanyak 29.822 anak dari 31 Provinsi kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya akibat Covid-19, dan di Kabupaten Sragen ada 498 yang terdata.

‘Telah dilakukan assessment kerentanan anak melalui keluarga/pengasuh dan dukungan psikososial awal bagi anak yang dilaksnakan pada akhir Desember 2021 sampai dengan  awal Januari 2022 di 208 Desa/ Kelurahan yang ada di Kabupaten Sragen oleh Team Asesmen Kabupaten Sragen dengan dukungan dari UNICEF,” Ungkap Tatag Prabawanto menjelaskan.

Yang dilakukan Team  Asesmen Kabupaten Sragen kata Tatag Prabawanto sebagai upaya mendukung langkah Pemerintah dalam menentukan penetapan kebijakan dan intervensi bagi anak yatim piatu dan yatim atau piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19.

Menurutnya anak – anak yang kehilangan orangt tua atau pengasuhnya berisiko mengalami efek buruk jangka pendek dan jangka panjang yang mendalam pada kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan mereka, seperti peningkatan risiko penyakit, kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan kehamilan remaja.

“Kita harus segera lakukan tindakan untuk mengatasi dampak kematian pengasuh pada anak – anak ke dalam rencana respons ,” imbuhnya.

Workshop penyusunan rencana aksi dukungan bagi anak yatim dan/atau piatu tersebut selain bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Sragen kepada anak yang kehilangan salah satu atau kedua  orang tuanya karena Covid-19. Sekaligus untuk menetapkan kebijakan dari Pemerintah untuk anak – anak tersebut ( Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *