Hebat, Di Grobogan Terbentuk Sebuah Organisasi Para Sopir Truk, Ketuanya Seorang Wanita

NEWS

Grobogan-Inslirasiline.com.  Mendengar kata “sopir truck” tampaknya merupakan sesuatu yang berkonotasi pekerjaan yang keras dan berat. Betul memang, sopir truck identik dengan lelaki yang keras, mbandel, dekil , mabukan, kasar dan sebutan lain yang memberi gambaran yang serba berat dan kasar.

Hal itu diakui oleh Ketua Perkumpulan Pengemudi Purwodadi Grobogan (PPPG) Darsini, kepada Inspirasiline.com  di rumahnya Tawangharjo Grobogan, Rabu siang (16/3/22)

Darsini, sang Ketua, mencerterakan dengan berbagai perangai atau sifat karakter seorang sopir truk tersebut, ya tidak semuanya seperti yang digambarkan, ada juga yang halus dan berpendidikan tinggi S2, tetapi namanya sopir truk, ya seperti itulah sulit-sulit dan mabukan  katanya.

Ketua PPPG bersama Kapolres Grobogan, AKBP Benny Setyawadi SIK,MSi

Diceriterakan, sebelumnya di wilayah kota Purwodadi dulu sebelum pandemi dibentuklah PDP (Persatuan Driver Purwodadi) dimana Darsini dipilih sebagai korwil kota, namun rupanya diantara pengurus terjadi gap dan masalah, sehingga dirinya keluar dari grup PDP dan kemudian pada bulan Agustus 2020 membentuk kelompok sendiri dengan nama PPPG (Perkumpulan Pengemudi Purwodadi Grobogan ) hingga sekarang. “Awalnya anggota kami hanya 20 orang dan inisiator komunitas pengemudi di Grobogan tersebut adalah suami saya sendiri” ucap isteri Undaryono itu. Kebetulan pasangan suami istri ( pasutri)  tersebut adalah pengemudi truk logistik dengan jarak tempuh cukup lumayan jauhnya, yakni Jakarta, Bogor dengan membawa muatan beras hampir 10 ton.

Ketua PPPG Darsini dalam kegiatan sosial di Lumajang Jawa Timur.

Ketika ditanya keberadaan PPPG bagi sopir truk itu sendiri, Darsini atau lebih dikenal dengan panggilan ” mbak Ning” iru menjelaskan  selain membentuk ikatan primordial dan rasa solidaritas, juga bisa melakukan pendampingan kepada anggota bilamana anggota mendapatkan gangguan/trouble kendaraannya maupun kecelakaan lalulintas. Seperti halnya terjadinya mesin rusak dan atau as tengah putus sehingga kendaraan tidak bisa melanjutkan perjalanan  maupun   kecelakaan lalin yang kebetulan terjadi di wilayah hukum Grobogan , para sopir truk yang tergabung  dalam lintas komuitas tadi pasti menghubungi sang Ketua yang kemudian Ketua melakukan pemberian bantuan seperlunya maupun pendampingan ke Polres setempat.

Terkait keanggotaan, Darsini mengaku sampai saat ini PPPG yang dipimpinnya memiliki anggota sebanyak 119 orang sopir truk , baik truk biasa mapun tronton baik truk  yang ber plat hitam.maupun yang berpat kuning. “Kebanyakan anggora PPPG adalah sopir truk yang berplat hitam.” Cuma 10 % saja anggota kami yang truk nya berplat kuning, selebihnya adalah sopir truk berplat hitam” ungkapnya.

Untuk menjadi anggota PPPG,  Darsini nenambahkan harus memiliki SIM B1 Umum, hal ini harus dipenuhi. Kalau belum memiliki SIM tersebut, pihaknya menolak calon anggota tersebut, atau mereka yang telah memilik SIM B1 dengan truk yang dikemudikannya berplat hitam.  PPPG belum.seberapa, karena memang di Jawa Tengah juga ada perkumpulannya, demikian juga di pusat namanya Pengemudi Indonesia. Darsini selaku Ketua PPPG juga masuk dalam komunitas Pengemudi Nusantara.

Terkait dengan aksi damai yang dilakukan anggotanya beberapa waktu lalu di depan pool bus Zentrum Purwodadi, Darsini menegaskan aksi damai itu hanya bersifat solidaritas terhadap kawan kawan sesama ikatan pengemudi yang ada di Jawa Timur ataupun di pusat dalam memperjuangkan regulasi terkait ODOL (over dinensi,  over load). “Undang Undang yang mengatur ODOL sudah ada sejak 2009, mengapa baru sekarang di laksanakan  ini yang sangat merugikan pengemudi truk” beber Darsini.

Menurut Darsini, seharusnya bila ada truk yang over dimensi ( melebihi batas panjang bak truk) itu yang menindak harus Dishub, bila ada yang overload (melebihi batas tonase ) itu yang menindak adalah kepolisian. “Di lapangan terjadi rancu, dimana ada truk yang over dimensi, Kepolisian memberi tilang, padahal itu kewenangan Dishub  . Sebaliknya bila truk tersebut overload atau kelebihan muatan, Dishub menindak padahal hal itu menjadi ranahnya polisi.” kilah Darsini.

Untuk selanjutnya Darsini selaku Ketua PPPG meminta kepada aparat yang berwenang menertibkan pemberian sangsi sesuai kewenangannya.

Ketika ditanya apakah para sopir truk di wilayah Grobogan terdapat over dimensi, Darsini dengan tegas menyatakan anggotanya tidak ada yang melakukan overdimensi “Saya jamin anggota PPPG tidak ada yang over dimensi  dan sebenarnya kalau ada over dimensipyn itu kan kesalahan si pengusaha karena sopir kan hanya menjalankan tugasnya saja” bebernya.

Perkunpulan Pengemudi Purwodadi Grobogan (PPPG) yang berpusat di Tawangharjo itu, menurut Darsini akan segera didaftarkan di Kantor Kesbangpol Grobogan agar segera memperoleh pengakuan oleh  Pemkab Grobogan sebagai suatu ormas.

Kegiatan PPPG yang paling menonjol adalah saat terjadinya peristiwa meletusnya gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur, dimana PPPG berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp.15 juta yang disampaikan langsung ke lokasi bencana, disamping berupa uang juga bantuan berupa sembako beras, mie instan dsb.”Pokoknya selaku Ketua PPPG harus siap 24 jam menerima laporan kalau terjadi trouble maupun kecelakaan yang menimpa anggota, pasti terkondisikan. Apalagi peristiwa seperti di Lumajang kemaren, kami siap saja” pungkas ibu 3 anak kelahiran 21 Maret 1971 ini. ( jokowi)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *