Tegal-Inspirasiline.com. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) di Desa Harjosari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, pada Senin (21/6/2026).
Kunjungan ini didampingi oleh Danrem 071/Wijayakusuma, Dandim 0712/Tegal, unsur Forkopimda Kabupaten Tegal, serta jajaran pejabat terkait lainnya.

Menggerakkan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Pembangunan Batalyon TP merupakan program strategis nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Selain berfungsi sebagai pilar pertahanan dan keamanan negara, kehadiran Batalyon TP di Tegal diharapkan mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.

”Keberadaan Batalyon TP ini diharapkan dapat menciptakan pusat perekonomian baru. Belajar dari pengalaman di Cilacap, kehadiran batalyon ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Pangdam di sela-sela kunjungannya di Kantor Kecamatan Pangkah.

Lebih lanjut, Mayjen TNI Achiruddin menjelaskan bahwa Batalyon TP memiliki karakteristik unik, yakni dilengkapi dengan kompi-kompi produksi. Tugas utamanya adalah bersinergi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pangan nasional.
Progress Pembangunan dan Target Operasional
Lokasi pembangunan yang terletak di kawasan hutan milik negara (Perhutani) ini memiliki total luas area mencapai 51 hektar. Lokasi ini dipilih karena dinilai ideal memiliki struktur tanah yang subur untuk kegiatan bercocok tanam, serta medan yang mendukung untuk kegiatan latihan prajurit.
Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 15 persen. Pangdam menargetkan tahap pertama pembangunan dapat rampung pada akhir Agustus 2026.

”Pada tahap pertama, akan ditempatkan 500 prajurit. Nantinya, setelah pembangunan keseluruhan rampung, total akan ada 1.100 prajurit yang bertugas di sini,” tambah Pangdam.
Target Strategis Nasional
Sepanjang tahun 2026, Kodam IV/Diponegoro menargetkan untuk merampungkan pembangunan 40 Batalyon TP dan 8 Brigade TP di wilayah kerjanya. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan stabilitas keamanan di wilayah Jawa Tengah.
Dengan hadirnya Batalyon TP ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara TNI dan masyarakat, baik dalam aspek pertahanan maupun pembangunan ekonomi kerakyatan. (Biet)
