Sukoharjo-Inspirasiline.com. Dewan Masjid Indonesia (DMI) mempunyai peran sangat penting sebagai wadah untuk memperkuat fungsinya seperti: pendidikan, pembinaan akhlak, pemberdayaan ekonomi umat, penyelesaian persoalan sosial, hingga pusat persatuan masyarakat. DMI tidak hanya bertugas mengelola bangunan fisik masjid tetapi juga menghidupkan aktivitas masjid agar menjadi pusat peradaban dan mampu menjawab tantangan jaman.
Wawan Pribadi kembali dipercaya memimpin Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Sukoharjo untuk periode 2025-2030. Di bawah kepemimpinannya, DMI berkomitmen memperkuat ekonomi umat sekaligus memakmurkan masjid melalui berbagai program keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Pengukuhan pengurus DMI Kabupaten Sukoharjo dan PC DMI digelar di Pendapa Graha Satya Praja (GSP), kompleks Setda Sukoharjo, Senin (6/7/2026). Acara tersebut dihadiri Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Wakil Ketua DMI Jawa Tengah Multazam Ahmad, Ketua DMI Sukoharjo Wawan Pribadi, serta ratusan pengurus DMI tingkat kecamatan dari 12 kecamatan di Sukoharjo. Usai pengukuhan pengurus daerah, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus DMI tingkat kecamatan.
Kepada wartawan usai pengukuhan Wawan Pribadi mengatakan dengan adanya DMI setelah kami dikukuhkan ini kami akan berkoordinasi dengan DMI kecamatan agar mereka juga berkoordinasi dengan takmir masjid ditempat mereka masing-masing, pasalnya dimasing-masing wilayah pemberlakuannya juga berbeda-beda. Dengan terbentuknya DMI ini untuk membuat Makmur masjid, Wawan juga menyampaikan pihaknya siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam mengembangkan ekonomi umat dan meningkatkan peran masjid di tengah masyarakat.

“DMI Sukoharjo berkomitmen bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk pengembangan ekonomi umat dan memakmurkan masjid,” katanya.
Menurut Wawan, berbagai program akan dijalankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan umat Islam. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai keagamaan dan keimanan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengapresiasi peran para takmir masjid yang selama ini aktif membangun kehidupan keagamaan di daerah. Melalui pembinaan yang sangat relevan dengan pengelolaan masjid sekarang bupati berharap agar seluruh pengurusPD DMI maupun PD DMI se-Kabupaten Sukoharjo memperoleh wawasan dan setrategi dalam pengelolaan masjid.
Mulai dari penguwatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, pengelolaan atministrasi keuangan yang tertib, pemanfaatan tehnologi informasi, hingga penyusunan program-program yang benar-benar mampu memakmurkan masjid sekaligus jamaahnya. Dan kami mengajak seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh berdiskusi secara aktif dan menjadikan materi yang diperoleh sebagai bekal untuk diterapkan di masjid masing-masing.
Ratusan masjid yang tersebar di 12 kecamatan di Sukoharjo memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan generasi muda, penguatan nilai kebangsaan, literasi keagamaan, pengembangan ekonomi umat, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Pembangunan daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan karakter masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan moderat,” ujarnya. (Prie)
