Sukoharjo Spektakuler Menjadi Tema HUT Kabupaten Sukoharjo ke-80

NEWS

Sukoharjo-Inspirasiline.com. HUT Kabupaten Sukoharjo yang ke-80 tinggal menghitung hari yaitu tepatnya pada 15 Juli mendatang, berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan HUT Kabupaten Sukoharjo yang ke-80. Hal tersebut diungkapkan Sekda Abdul Haris Widodo pada jumpa pers dengan wartawan dari berbagai media di Dhamar Roso Resto Sukoharjo pada Senin  (5/7/2026).

Sekda yang didampingi Asisten 1 dan Asisten 2, serta Kabag Prokopim mengatakan bahwa Peringatan HUT Kabupaten Sukoharjo yang ke-80  pada 2026 ini bakal tampil berbeda dengan tahun sebelumnya. Yang mana tahun sebelumnya Kirab Pataka yang mengambil star dari halaman setda menuju proliman,kemudian menuju DPRD untuk mengikuti sidang paripurna istimewa , namun tahun ini kirap Pataka yang menjadi rangkaian utama peringatan dipusatkan di Alun-alun Satya Negara dan dimeriahkan dengan flashmob Tari Gambyong yang melibatkan ribuan siswa serta masyarakat.

Tema yang diusung dalam peringatan HUT kabupaten Sukoharjo yang ke-80 adalah “ Sukoharjo Spektakuler” dalam peringatan tahun ini. Selain menghadirkan pertunjukan seni, sejumlah rangkaian acara juga diubah agar lebih banyak melibatkan masyarakat.

Sekda  Abdul Haris Widodo, mengatakan salah satu perubahan paling mencolok adalah ditiadakannya sidang paripurna istimewa DPRD Sukoharjo. Sebagai gantinya, pemerintah menggelar upacara peringatan HUT kabupaten Sukoharjo di Alun-alun Satya Negara pada 15 Juli yang dapat diikuti masyarakat.

“Masyarakat diperbolehkan berpartisipasi dalam upacara peringatan Hari Jadi Sukoharjo di Alun-alun. Mereka diminta memakai kostum adat Nusantara. Kami menyediakan 200 war tiket untuk masyarakat. Peserta dengan kostum terbaik bakal mendapatkan hadian berupa sepeda,” tandas Abdul Haris.

Haris menambahkan perubahan lain terlihat pada rute Kirab Pataka yang dibuat lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kirab dimulai dari halaman Gedung Setda Sukoharjo, melewati Jalan Jenderal Sudirman hingga Simpang Lima (Proliman), lalu berakhir di Gedung DPRD Sukoharjo, namun saat ini iring-iringan hanya berlangsung dari Rumah Dinas Bupati Sukoharjo menuju Alun-alun Satya Negara.

“Rute kirab pataka lebih pendek dibanding tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, kami fokus menyelenggarakan upacara di Alun-alun Sukoharjo yang melibatkan ratusan masyarakat,” katanya.

Selain Kirab Pataka, Pemkab Sukoharjo juga menyiapkan sejumlah gunungan berisi produk unggulan dari masing-masing kecamatan. Gunungan tersebut akan diarak dalam kirab sebelum diperebutkan masyarakat sebagai bagian dari tradisi perayaan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sukoharjo, Suyamto, menambahkan Kirab Pataka juga akan dimeriahkan dengan flashmob Tari Gambyong yang melibatkan sekitar seribu siswa dan masyarakat bersama sejumlah sanggar seni di Sukoharjo.

Setelah rombongan kirab tiba di Alun-alun Satya Negara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sukoharjo akan ikut menari bersama ribuan peserta dengan iringan gamelan Jawa yang dimainkan secara langsung.

“Mereka bakal menari bersama diiringi suara gamelan Jawa yang dimainkan secara live di area Alun-alun. Masyarakat juga diperbolehkan menari bersama. Esensi peringatan HUT kabupaten Sukoharjo untuk menghibur masyarakat,” ungkap dia. (prie)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *