Berkonsep 3R, KSM Mekar Sari Sukses Kelola Sampah Warga

INOVASI

Penulis: Joko Widodo
Editor: Dwi NR

Orang bilang, sampah adalah barang buangan yang tak berguna. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah bakal merugikan masyarakat dan lingkungan, karena bisa menyebabkan banjir dan menimbulkan berbagai penyakit.

TAPI kini, warga Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan tak lagi bersedih hati. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mekar Sari hadir memberi solusi, karena berhasil mengelola dan mengolah sampah rumah tangga berupa sampah organik maupun anorganik.

KSM yang berdiri sejak lima tahun lalu ini mengelola sampah warga berdasarkan konsep 3R (reduce, reuse, recycling). Artinya, warga membuang sampah di tempat penampungan sementara miliknya masing masing, kemudian secara rutin diangkut petugas yang telah ditunjuk, dan dikumpulkan di depo sampah milik KSM Mekar Sari.

Ketua KSM Mekar Sari Sukandar menjelaskan, setelah sampah terkumpul, maka petugas penyortir memilahnya terlebih dulu. “Sampah yang masih bisa digunakan, dijual. Sedangkan yang tidak berguna, langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Ngembak,” paparnya.

Dari warga di sejumlah Rukun Warga (RW) di Kelurahan Danyang, yang bisa dilayani KSM Mekar Sari hanya 4 RW, karena keterbatasan kemampuan.

Sampai saat ini KSM Mekar Sari memiliki 4 gerobak sampah dan 9 orang petugas pengangkut dan pemilah/penyortir sampah.

Mengenai honor, Mulyati, salah seorang karyawati mengatakan, tiap bulan para petugas menerima honor atau upah sekitar Rp 900 ribuan per orang. Honor atau upah itu diambilkan dari uang pemasukan iuran warga per kepala keluarga (KK) sebesar Rp 8.000 per bulan.

Selalu ada suka-duka di tiap pekerjaan. Namun, hampir semua petugas sampah atau karyawan KSM Mekar Sari rata-rata mengaku menyenangi pekerjaan tersebut, karena menganggapnya sebagai ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.

baca juga:  Diduga Putus Asa, Mbah Purwadi Ditemukan Tewas dalam Sumur Tua

Itung-itung kami membantu masyarakat agar sampah tidak menimbulkan masalah atau merugikan lingkungan,” ungkap Mulyati, saat ditemui di depo sampah KSM Mekar Sari.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *