Demon[stres]i

NGASO

Oleh Dwi NR

ALLAH tidak akan memberikan beban atau cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya.

Itulah sepenggal dalil yang paling diingat dan berulangkali didalilkan kembali oleh Usman. Terlebih di saat kepepet atau sepi gawean. Demi menghibur diri sendiri dan syukur-syukur bisa memotivasi orang lain.

Tapi kali ini Usman sedang tidak membela diri sendiri semata. Dia sedang belajar peduli pada situasi. Menyoroti keadaan lingkungan. Kahanan dunia saat ini.

“Lha iyo, wong kok do koyok ora nduwe udel. Ora nduwe kesel. Ning ngendi-ngendi demo. Unjuk rasa. Bengok-bengok. Asal njeplak,” cerocos Usman di depan tivi, di rumah.

Melihat sang imam keluarga ngedumel tak jelas, Makne Rho ikutan ngegas. “Nopo to, Pak?! Ngang-ngung ngang-ngung koyok tawon. Ora jelas babarblas,” balas sang istri, yang punya sapaan “sayang” Makne Rho itu.

“Tawon gundulmu kuwi,” tukas Usman tak terima. “Iki lho, delengo, kabeh tivi kok isine demo-demo kabeh.”

“Demo masak?!”

“Masak iya sih…” Usman mencoba bercanda. Nyinyir.

Lha jare demo. Yen demo kuwi yo biasane demo masak opo piye ngono…”

“Demo unjuk rasa, Sayang…”

“Lha yen demo unjuk rasa kuwi kan wis biasa to.” Makne Rho mulai mendatar. Tapi pandangannya mulai mengarah ke layar kaca. Melihat berita unjuk rasa yang terjadi di mana-mana.

Diam-diam, hatinya mengakui. Benar kata sang suami. Ketika dia coba mengganti channel, sama saja. Isinya juga berita unjuk rasa. Demonstrasi kaum buruh dan mahasiswa tentang Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law.

“Pak, kuwi jan-jane ndemo opo to?”

Usman menyahut sekenanya, “Lha mbuh, aku ora weruh. Paling-paling sing do demo kuwi yo durung mesti paham opo sing didemo.”

“Lha kok mbok tonton? Menthelengi tivi kok ora ngerti.”

Usman diam. Percuma meneruskan debat kusir bersama istri sendiri. Karena memang sama-sama tidak mengerti. Tak memahami apa yang sedang terjadi dan mereka berusaha cermati.

baca juga:  Terima Audiensi SPRI, DPRD Sukoharjo Belum Terima Salinan UU Cipta Kerja

“Pak? Paaak…”

Usman masih diam. Cuek malah.

“Pak, ayo jeng-jeng wae, golek angin. Timbang ning ngarep tivi terus, marakke stres.”

Di kata terakhir yang diucapkan sang istri itu, Usman terhenyak. Seperti tersadar dari ketertekanannya menonton televisi yang “monoton.” Semua sama. Seragam. Saling berlomba menginformasikan seputar unjuk rasa UU Cipta Kerja.

“Ayo, Pak… selak bengi,” ujar Makne Rho sambil melirik jam dinding. Jarum menunjuk angka delapan. Kumandang azan isya sudah lewat dari tadi.

Usman beranjak. “Ayo!”

Ketika baru menuntun mengeluarkan motor matic-nya, di depan pintu sudah ada wajah yang menyeringai.

“Weh, ono opo, Kang? Ngaget-ngageti thok,” cetus Usman spontan.

“Meh ning ndi to, Lek Us, Mbakyu?” Kang Kucrit menyapa, sambil menggeser posisinya biar tak menghalangi langkah Usman dan Makne Rho.

“Iki arep demo…” jawab Makne Rho sekenanya.

“Demo?! Demonstrasi?” Kang Kucrit kebingungan.

“Iyo. Demonstresi! Demo marakke stres…” Usman menjelaskan, sambil memarkir sebentar motornya. Nyetarter. Maklum, electric starter motor matic-nya keok, karena aki ngedrop.

Jreeng… Hidup. Motor siap melaju. Tapi, Lek No keburu nongol. Menyusul dua sahabat karibnya, Usman dan Kang Kucrit.

“Lak Us, kae ditunggu Pak RT ning pos kamling.”

Makne Rho langsung merengut. Masuk ke dalam. Ngambek.

Bagi Usman, dawuh Pak RT jauh lebih penting ketimbang jeng-jeng. Tapi, ini berarti dia bakal menghadapi unjuk rasa yang sesungguhnya dari sang istri. Bukan sembarang demonstrasi, melainkan “demonstresi” sejati. Demo yang bikin stres, lahir batin. Unjuk rasa yang bikin lara. Karena memang bakal begitu sulit dipahami.

Namun, dalam hati, Usman melipur diri: Allah tidak akan memberikan beban atau cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya.***

Bagikan ke:

1 thought on “Demon[stres]i

  1. Hi, my name is Eric and I’m betting you’d like your website inspirasiline.com to generate more leads.

    Here’s how:
    Talk With Web Visitor is a software widget that’s works on your site, ready to capture any visitor’s Name, Email address and Phone Number. It signals you as soon as they say they’re interested – so that you can talk to that lead while they’re still there at inspirasiline.com.

    Talk With Web Visitor – CLICK HERE https://talkwithwebvisitors.com for a live demo now.

    And now that you’ve got their phone number, our new SMS Text With Lead feature enables you to start a text (SMS) conversation – answer questions, provide more info, and close a deal that way.

    If they don’t take you up on your offer then, just follow up with text messages for new offers, content links, even just “how you doing?” notes to build a relationship.

    CLICK HERE https://talkwithwebvisitors.com to discover what Talk With Web Visitor can do for your business.

    The difference between contacting someone within 5 minutes versus a half-hour means you could be converting up to 100X more leads today!

    Try Talk With Web Visitor and get more leads now.

    Eric
    PS: The studies show 7 out of 10 visitors don’t hang around – you can’t afford to lose them!
    Talk With Web Visitor offers a FREE 14 days trial – and it even includes International Long Distance Calling.
    You have customers waiting to talk with you right now… don’t keep them waiting.
    CLICK HERE https://talkwithwebvisitors.com to try Talk With Web Visitor now.

    If you’d like to unsubscribe click here http://talkwithwebvisitors.com/unsubscribe.aspx?d=inspirasiline.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *