Penulis: Budhy HP | Editor: Dwi NR
TEMANGGUNG | inspirasiline.com
Selain penerapan 3M, SD Negeri Sunggingsari juga membagikan selebaran pencegahan Covid-19 kepada orangtua siswa dan masyarakat, dengan tujuan agar mereka ikut melaksanakan protokol kesehatan di rumah, sehingga adanya PTM jangan sampai menimbulkan klaster baru Covid-19.

SIMULASI pembelajaran tatap muka (PTM) bagi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pekan ini memasuki putaran terakhir, sebelum penilaian akhir semester.
Pelaksanaan PTM di SD Negeri Sunggingsari, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung merupakan putaran terakhir di wilayah Korwil Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kecamatan Parakan.
Pelaksanaannya dipantau langsung Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Pengawas Pendidikan Dasar, Korwil Dindikpora, Kepala Desa Sunggingsari, dan elemen masyarakat terdiri atas Komite Sekolah dan parenting class.
Kepala SD Negeri Sunggingsari Nok Sawaliyah kepada inspirasiline.com, Senin (23/11/2020) mengatakan, selain melaksanakan 3M: memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, juga mengecek suhu tubuh.
Semua itu dilakukan untuk memastikan sekolah menjalankan protokol kesehatan Covid-19 dengan benar. Selain itu, untuk mencegah penularan Covid-19, karena di wilayah desanya ada yang terindikasi positif Corona.
“Semua unsur kami libatkan untuk membantu pelaksanaan simulasi PTM, yaitu orangtua siswa melalui parenting class, Komite Sekolah, dan Pemerintah Desa,” jelas Nok Sawaliyah.
Penilaian Akhir Semester
Koordinator Wilayah Dindikpora Parakan Muhlasin mengatakan, sejumlah SD di Kabupaten Temanggung dijadwalkan melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka hingga 26 November 2020.
“Minggu ini merupakan putaran terakhir PTM dan setelah itu siswa akan mengikuti penilaian akhir semester secara daring, baru kemudian dipertimbangkan simulasi PTM berikutnya,” jelas Muhlasin.

Selain penerapan 3M, SD Negeri Sunggingsari juga membagikan selebaran pencegahan Covid-19 kepada orangtua siswa dan masyarakat, dengan tujuan agar mereka ikut melaksanakan protokol kesehatan di rumah, sehingga adanya PTM jangan sampai menimbulkan klaster baru Covid-19.
Menurut Nok Sawaliyah, pada penilaian akhir semester juga menggunakan protokol kesehatan. Siswa tidak datang ke sekolah untuk mengambil soal-soal, tapi harus dilakukan orang tua, baik mengambil soal maupun menyerahkan kembali jawabannya kepada guru kelas.
Simulasi PTM di SD Negeri Sunggingsari, Parakan dilaksanakan selama dua hari, dengan membagi siswa di setiap kelasnya untuk masuk sekolah bergantian dan pembelajaran dilakukan mulai pukul 07.00 sampai 09.45.***

I discovered your blog website on google and test just a few of your early posts. Proceed to maintain up the very good operate. I just extra up your RSS feed to my MSN Information Reader. Seeking ahead to reading extra from you afterward!…