Penulis: Supriyani | Editor: Dwi NR
SUKOHARJO | inspirasiline.com
BUPATI Sukoharjo Etik Suryani menyerahkan bantuan dari Baznas dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Peduli kepada 31 anak yatim piatu korban Covid-19, di Loby Ruang Bupati, Senin (6/9/2021).
“Anak-anak yang telah ditinggal orangtuanya dan menjadi yatim piatu itu menjadi tanggung jawab kami. Semuanya kami beri bantuan berupa sembako dan biaya pendidikan. Mereka juga kami berikan prioritas bisa masuk sekolah, bebas memilih di sekolah mana saja, di sekolah negeri khususnya, langsung diterima dan gratis,” katanya.

Bupati Etik Suryani mengungkapkan, kemarin ada anak yatim piatu korban Covid-19 dari Bendosari lulus SMA, kebetulan ada lowongan Satpam di Mojolaban, dia langsung direkrut.
“Tidak menutup kemungkinan bagi yatim piatu yang lainnya, selagi ada lowongan dan pendidikannya memenuhi syarat, akan kami bantu untuk bisa mendapatkan pekerjaan untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Bantuan dari Baznas dan ASN Peduli ini juga menyasar enam anak yatim piatu penyandang disabilitas. Bagi mereka, selain sembako, juga diserahkan alat bantu dengar, kaki palsu, dan kursi roda.
Keenam anak yatim piatu penyandang disabilitas itu adalah Suparmi, warga Dukuh Jetis, Desa Jombor, Kecamatan Bendosari menerima alat bantu kursi roda; Yulianto, warga Dukuh Jagan, Desa Waru, Kecamatan Baki menerima alat bantu berupa kaki palsu; dan Shanum Azkadina Ramadhani, Dukuh Gaten, Desa Kateguhan, Kecamatan Tawangsari menerima alat bantu pendengaran (hearing aid).
Selanjutnya, Muhammad Andre Cahyo Pratama, warga Dukuh Kendulsari, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol; Azhar Al Ghifari Putra Setyawan, Dukuh Sukoharjo, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo; dan Gilang Hari Ramadhani, Dukuh Tengkek, Desa Pondok, Kecamatan Nguter, masing-masing menerima sembako dan uang pendidikan Rp 5 juta.
Bantuan dari Baznas dan ASN Peduli tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Etik Suryani didampingi Wabup Agus Santosa dan Ketua Baznas Sardiyono.
Kepala Desa Kwarasan Teguh Wiradi yang mengantarkan yatim piatu Muhammad Andre Cahyo Pratama mengatakan, anak yang diantarkannya ini merupakan satu-satunya warga Kwarasan yang menjadi yatim piatu akibat orang tuanya terpapar Covid-19.
Ayah Muhammad Andre Cahyo Pratama meninggal setahun lalu, di awal pandemi. Sedang ibunya meninggal Juni, juga karena terpapar virus Corona.
“Kami secara pribadi maupun dari desa juga memberikan bantuan stimulan berupa sembako dan biaya pendidikan. Kami akan terus mengawal hingga dia lulus SMA. Kami akan berikan kemudahan agar dia bisa terus sekolah. Saat ini dia duduk di kelas VI SD, tahun depan masuk SMP, juga sudah mendapat prioritas dari Bupati untuk memilih sekolah di mana saja langsung diterima. Harapan kami, Muhammad Andre Cahyo Pratama terus rajin belajar, semangat menggapai cita-cita untuk masa depannya. Jangan sampai putus asa,” tandas Kades Teguh Wiradi.***
