Masyarakat Kebayanan C Pertahankan SDN Cangkol 3 Tak Digabung

EDUKASI

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

MASYARAKAT Kebayanan C Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen mempertahankan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cangkol 3 untuk tidak di-regrouping (digabung) dengan SDN lain. Alasannya, jarak tempuh ke SDN lain cukup jauh, sehingga tidak memungkinkan anak usia 7 tahun berjalan sendiri mencapai SDN yang jarak tempurnya mencapai 4-5 km.

Kebayanan C, Desa Cangkol meliputi Dukuh Sidowayah, Gunungsari, Gunungtugel, Tampan, dan Blimbing. Untuk Dukuh Belimbing ini menjadi dua RT, karena padat penduduk.

Pernyataan itu mencuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) antara Kepala SDN Cangkol 3, guru, Komite Sekolah, wali murid, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat di Aula SDN Cangkol 3, Jumat (26/2/2021).

Kepala SDN Cangkol 3 Buchori meminta kesepakatan masyarakat dan wali murid terkait dengan wacana regrouping sekolah yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Di Desa Cangkol ini ada 3 SDN, wacananya SDN Cangkol 3 akan di-regrouping ke SDN Cangkol 1. Saya sebagai penanggung jawab di SD ini memohon pendapat bapak dan ibu semua? Karena ini menyangkut dengan Biaya Operasional Sekolah (BOS),” ungkap Buchori, mengawali rakor.

Kalau sudah ada kesepakatan, kata Buchori, setuju atau tidak akan dibawanya saat rapat di Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan (Korwildikcam) Plupuh nanti.

Setelah Kepala Sekolah Buchori selesai bicara, situasi rapat jadi gaduh. Peserta saling bertanya satu sama lain. Akhirnya disepakati mempertahankan SDN Cangkol 3 tidak mau di-regrouping ke SDN mana pun.

“Apakah anak usia 7 tahun suruh jalan sendiri sejauh 4-5 km. Kalau sekolah ini digabung ke sekolah lain, sama halnya melarang anak-anak untuk sekolah. Orang tua mereka tidak mungkin antar-jemput anaknya ke dan dari sekolah. Karena masyarakat di sini 99 persen petani,” ujar salah satu tokoh masyarakat Blimbing yang masuk Kebayanan C, Desa Cangkol Suranto.

baca juga:  Lagi, PTM Sukoharjo Diundur Sampai Waktu Tak Ditentukan

Alasan Suranto mewakili peserta rapat menjadi rujukan untuk menyepakati mempertahankan SDN Cangkol 3 untuk tidak di-regrouping ke SDN lain.

SDN Cangkol 3 memang dulu merupakan SDN Instruksi Presiden (Inpres) untuk mencerdaskan anak bangsa, Desa Cangkol masuk desa terpencil dan desa tertinggal. Jadi kalau di-regrouping ke SDN Cangkol 1, jarak tempuhnya cukup jauh ukuran anak usia SD.

“Kalau di-regrouping beneran ya tidak ada anak sekolah, kembali seperti dulu, yang mampu saja yang sekolah. Artinya, yang orang tuanya mau antar-jemput, tidak menggarap tegalan/sawah. Padahal 80 persen warga di sini petani penggarap dan buruh tani. Habis subuh sudah buruh tandur/matun/ulur dan buruh kasar lainnya. Itu orang tua wanita, yang lelaki mbajak, nyangkul, gejik, buruh bangunan, dan lain-lain, tidak mungkin ngantar dan menjemput anaknya ke sekolah,” ujar Ketua RT 12 Dukuh Blimbing Ngatiman bersemangat.

Ketua Komite SDN Cangkol 3 Ngadiman mengamini kesepakatan warga untuk mempertahankan SDN Cangkol 3 tidak di-regrouping.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *