Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati Resmikan Kampung Lampion Sarigunan

ENTERTAINMENT

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

WARGA Sragen yang akan menikmati keindahan hiasan lampion warna-warni, tidak perlu ke luar daerah atau luar negeri.

Pasalnya, Kampung Lampion di Jalan Nias, Sarigunan, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, baru saja diresmikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Sabtu (13/3/2021) malam.

PINTU masuk Kampung Lampion Sarigunan di Jalan Nias, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen. 

Di Jalan Nias, sepanjang sekitar 150 meter dipasangi 170 lampion dan tujuh lampu karakter warna-warni menarik. Tak hanya spot selfie, Kampung Lampion Sarigunan juga menyajikan wisata kuliner dan aneka produk lokal.

Ketua Panitia Festival Kampung Lampion Sarigunan Entik Wisudani mengatakan, ide merintis Kampung Lampion muncul karena di Sragen belum ada tempat yang spesifik menyajikan lampion sebagai lokasi wisata.

“Alasannya, karena maintenance (perawatan) lebih mudah. Kalau seperti sayuran atau bunga kan harus ekstra. Kalau ini tidak terlalu ekstra dan saya kira ini baru satu-satunya di Sragen,” ujar Entik ketika ditemui inspirasiline.com, seusai peresmian.

Entik Wisudani menjelaskan, meski lampion identik dengan Imlek (Hari Raya Tionghoa/Tahun Baru Cina), kehadiran Kampung Lampion sama sekali tidak identik dengan kampung Tionghoa.

Gagasan lampion itu murni untuk kepentingan menjadikan lokasi wisata. Kehadiran Kampung Lampion Sarigunan menjadi berbeda, karena banyak ragam yang ditampilkan.

“Ke depannya ini akan kita buat khas bahwa ‘ini lho buatan warga Sarigunan’,” ungkapnya bangga.

BUPATI Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meninjau stand kuliner di Kampung Lampion Sarigunan.

Entik Wisudani menambahkan, Kampung Lampion Sarigunan menawarkan spot selfie dengan pemandangan lampion, kuliner, dan lapak-lapak yang menjual produk khas lokal.

Untuk lebih menghidupkan suasana, nantinya juga akan digelar event-event festival, pentas seni, atau yang lain di lokasi tersebut.

Menurutnya, Kampung Lampion Sarigunan akan buka dua kali sepekan, yakni pada malam Sabtu dan malam Minggu, mulai pukul 18.00-21.00.

baca juga:  Kades Suwatu Mahmudi Tohpati Tolak Bikin Surat Tanggung Jawab Hajatan

“Yang dijual komplet dan khas di sini. Nanti akan ada nasi tumpang koyor khas Sarigunan, dan lain-lain,” ujarnya.

Entik Wisudani menerangkan, selain memberikan nuansa wisata baru di Sragen, kehadiran Kampung Lampion Sarigunan juga diharapkan membantu menggerakkan roda perekonomian warga Sarigunan pada khususnya. Karena mereka bisa berjualan di lapak-lapak yang sudah disediakan.

Wisata Alternatif
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengapresiasi positif kehadiran Kampung Lampion Sarigunan. Menurutnya, gagasan Kampung Lampion itu bisa menjadi ide segar dan alternatif destinasi wisata baru di Sragen.

“Ini bagus dan semoga bisa menjadi inisiator bagi kampung lain. Di Sragen ini memang kita tidak didukung dengan alam yang indah. Beda dengan Karanganyar. Kita memang harus seperti ini (kreatif) untuk menarik masyarakat, dan harapan saya ini nanti menjadi besar, ngremboko, dan bisa viral,” kata Yuni, sapaan akrab Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberi sambutan.

Orang nomor satu di Bumi Sukowati ini sangat berharap, kehadiran Kampung Lampion Sarigunan ke depan bisa berjalan terus. Tahun 2021 ini, Pemerinrah Kabupaten (Pemkab) menyuplai anggaran senilai Rp 59 juta untuk pengembangannya.

Yuni juga mengapresiasi kepatuhan masyarakat dan panitia dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyemangat bagi kampung lain. Apa pun kalau tidak ada krentek warga, mustahil pemerintah bisa membantu. Dengan semangat bersama, InsyaAllah kita akan menjadikan Sragen ini destinasi wisata. Karena ke depan pariwisata harus mendominasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sragen. Sekali lagi, saya ucapkan selamat dan sukses,” tandas Yuni mengakhiri sambutannya.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *