Kembali Jabat Rektor UMS, Prof Sofyan Anif Siapkan Tujuh Prioritas

EDUKASI

Penulis: Supriyani 
SUKOHARJO | inspirasiline.com

SETELAH melalui mekanisme penjaringan calon rektor, Prof Sofyan Anif kembali terpilih jadi Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) periode 2021-2025 di Edutorium, Kamis (8/4/2021).

REKTOR UMS Prof Sofyan Anif.

Dilantik langsung oleh Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad secara luring dan daring, Sofyan menargetkan selama empat tahun ke depan, 18 prodi di UMS sudah terakreditasi internasional.

Pengangkatan Sofyan Anif sesuai Surat Keputusan (SK) PP Muhammadiyah Nomor 700/Kep/i.0/d/2021 tentang Pengangkatan Rektor UMS Masa Jabatan 2021-2025. Setelah ikrar pelantikan, dilanjutkan penandatanganan.

Peserta pelantikan luring wajib mengikuti tes swab antigen sebelum masuk ke ruangan. Selain itu, tempat duduk dibuat berjarak. Dan di tiap meja disediakan hand sanitizer.

Pada kesempatan ini, Sofyan Anif jabarkan visi-misi dan tujuh strategi pengembangan jangka menengah. Mulai dari pengembangan lembaga dan sistem tata kelola berbasis IT serta terintegrasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan kerja sama dengan lembaga luar negeri, dan lainnya.

Alhamdulillah dapat mengantarkan UMS pada capaian perkembangan dan kemajuan yang sangat menggembirakan. Bahkan dalam berbagai aspek, telah melampaui target yang diharapkan,” terangnya.

Keberhasilan tersebut dapat dilihat pada akreditasi program studi (prodi) BAN-LAM PT yang terakreditasi A. Ada 37 prodi atau 63,33 persen dari total 60 prodi S1, S2, S3, dan prodi profesi. Sedangkan prodi terakreditasi B ada 18. Plus tiga prodi yang mendapat akreditasi tingkat internasional versi AUN-QA, yaitu Prodi Farmasi, Keperawatan (Ners), dan Teknik Arsitektur.

Perpustakaan digital UMS juga meraih akreditasi A, meraih penghargaan peringkat 4 di Indonesia berdasarkan ranking Webo-Metric Digital Library.

UMS juga menduduki ranking 10 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Uni Rank, tahun ini. Selain itu, jurnal UMS juga terindeks Sinta.

“Kami juga mendorong karya dosen dan mahasiswa didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Sampai akhir 2020, yang dikelola pusat HaKI UMS sebanyak 280 dalam bentuk dokumen hak cipta. Dan paten sebanyak 65. Baik dalam bentuk granted maupun mediasi,” bebernya.

Ada tujuh prioritas utama UMS, yakni pengembangan tata kelola kelembagaan yang lebih modern dan profesional. Kemudian pengembangan SDM, pengembangan dan peningkatan program reputasi akademik berupa kurikulum, kualitas pembelajaran berbasis KMMB, serta peningkatan akreditasi BN-PT dan akreditasi internasional.

“Saat ini sudah tiga prodi terakreditasi internasional, dan tiga prodi dalam proses. Kami menargetkan satu tahun ada 2-3 prodi terakreditasi internasional, sehingga empat tahun ke depan sudah 18 prodi yang terakreditasi internasional,” ucapnya.

Sementara Kepala LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah Muhammad Zainuri menyebut, jabatan rektor merupakan amanah berat. Mewujudkan prestasi empat tahun ke depan, Zainuri siap mendampingi UMS, termasuk pengembangan prestasi mencapai world class university.

“Tidak hanya SDM. Juga sumbangan kerja sama internasional dan inovasi teknologi. Pengembangan teknologi sudah dipatenkan dan merupakan inovasi yang diharapkan memberi sumbangan pada pembangunan di Indonesia. Semoga kontribusi ini bermanfaat bagi bangsa dan negara,” bebernya.

Kepala PP Muhammadiyah Haidar Nasir berharap agar UMS ke depan lebih berkualitas dan terus meningkatkan keunggulan. Menjadi center of excellent university, baik nasional maupun internasional.

“Kami harus meningkatkan usaha yang lebih, termasuk visi dan misi. Tingkat daya saing di ASEAN masih di posisi ketujuh. Berarti Indonesia masih harus berbenah dan berpacu. Agar daya saing di bidang pendidikan tidak berjalan linier. Harus ada terobosan berkelanjutan,” paparnya melalui virtual.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *