Bupati Sragen Menyampaikan Prioritas Pembangunan Desa Gilirejo Baru

NEWS

Sragen-Inspirasiline.com. Dalam Safari Ramadhan 1443 Hijriah (H) di Masjid An Niatush Sholihin, Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen Rabu (6/4/2022), Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan prioritas Pembangunan Desa Gilirejo Baru.

Orang nomor 1 di Bumi Sukowati ini mengungkapkan,  dengan jalinan tali silaturahmi yang terikat erat antara Pemerintah Daerah (Pemda) dengan seluruh warga masyarakat yang diwujudkan dengan Safari Ramadhan Dzuhur  keliling dapat mengetahui secara langsung, apa saja yang menjadi kebutuhan warga masyaraka khususnya pembangunan infrastruktur.

“Harapan kami diantara kita dapat terus terjalin rasa kebersamaan dan kekeluargaan dengan warga masyarakat Kabupaten Sragen,” ungkapnya.

Yuni sapaan akrab Bupati Sragen itu mengaku telah menyiapkan sejumlah program pembangunan infrastruktur termasuk jembatan penghubung Desa Gilirejo Lama – Gilirejo Baru.

Pembangunan jembatan sepanjang 900 meter akan dimulai tahun ini diawali dengan membangun dua buah tiang pancang beton sebagai pondasi jembatan.

“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) untuk membangun 2 tiang pancangnya dulu. Insya Allah, tahun depan baik bantuan dana dari Pemerintah Pusat atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kita bisa digunakan untuk melanjutkan pembangunan jembatan. Jadi secara bertahap. Semoga lancar, cepat selesai dan sesuai target,” Ungkap Yuni berharap.

“Proses pembangunan akan berjenjang penyelesaiannya dengan harapan seluruh desa bisa terkoneksi agar terjadi pertukaran ekonomi Dari dulu antara Gilirejo Lama dan Gilirejo Baru aksesnya hanya bisa melintasi bantaran Waduk Kedung Ombo dengan menaiki perahu. Sehingga masyarakat memilih melewati jalur yang lebih jauh yakni Kabupaten Boyolali,” Ungkapnya menambahkan.

Terkait peningkatan jalan,Yuni menyampaikan,  tahun ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen akan melakukan rekonstruksi ruas jalan Sumberejo – Gondang Legi sepanjang 2 kilometer, lebar 4 meter dan rekonstruksi cor beton.

“Insya Allah, dibangun pertengahan tahun ini karena masuk pada anggaran perubahan. Semoga lancar dan selesai tepat waktu,”Ungkapnya.

Dengan keterbatasan anggaran ditambah situasi Pandemi Covid-19 kata Yuni membuat rencana program tidak bisa merealisasikan secara maksimal.

“Situasi Pandemi Covid-19 mengharuskan Pemerintah Daerah (Pemda) memotong anggarannya separuh atau 50 % di tahun 2020 dan 2021, namun hal itu tidak membuat semangat kami kendor, bahkan kami berupaya mencari cara seperti mengkatrol anggaran dari Pusat agar turun ke Sragen,” Ungkapnya tegas. (Sugimin/17)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *