Terlalu Dini Ataukah Memang Harus Sejak Dini, Anak-Anak Diberi Materi Narkoba

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Terlalu dini ataukah memang sejak dini, anak-anak seusia PAUD  (Pendidikan Anak Usia Dini)  atau Taman Kanak  dan bentuk materi  pembelajaran yang seperti apa uang layak diberikan kepada anak-anak  supaya mereka tahu tentang bahaya narkoba,  Pencarian. Formula pembelajaran masalah narkoba atau obat terlarang lainnya yang perlu dipahami sejak dini oleh anak PAUD dan TK.  Bahasan itulah yang dijadikan materi dalam dialog sambil menunggu berbuka puasa oleh TBM Sakila Kerti dan Badan Narkotika  Nasional (BNN) Kota Tegal Rabu 20 April 2022 di Sekolah Laut Alam Terbuka Sakila Kerti Kota Tegal.

Hadier dalam acara tersebut Ketua sekaaligus Penanggung Jawab ” Sakila Kerti ” Dr. Yusqon, MPd bersama para pengajarnya, setta Kepala BNN Kota Tegal Sudirman dan Penyuluh masalah natkoba. kita diberi pemahaman  perlunya pemahaman masalah narkotika keopda anak-anak usia dini.

TKBM  Sakila kerti  yang dijadikan sebagai pusat informasi tentang bahaya narkoba dikalangan anak usia dini, sudah pasti gurunya harus paham materinya,, itu sebabnya Yusqon minta kepada petugas dari BNN selalu bersinergi supaya apa yang menjadi tujuan nantinya bis a dimengerti oleh anak-anak.

”  Saya minta kepada BNN, supaya ada jadwal khusus untuk pemberian materi di sakila kerti, ” ujar Yusqon.
Adapun soal materi kata Yusqon yang memiliki Sekolah Terminal ( anak didiknya pedagang asongan dan anak putus sekolah yang kesehariannya di terminal bus Tegal ) dan sekolah laut alam terbuka yang menempati lahan di kawasan obyek wisata Pantai Alam Indah /PAI Tegal.

Perlu diketahui,  kedua sekolah itu semunya gratis,  supaya anak-anak yang  di terminal bisa sekolah dan anak-anak nelayan yang berada di sekitar P AI Tegal bisa terbantu karena jaraknya dekat dengan pemukiman nelayan.

baca juga:  Warga Rembang Panen Ketela Jumbo.

Uniknya lagi,  Kalau di sekolah laut ini, bayarnya cukup  dengan sampah plastik, dimana para orang tua murid,  seminggu sekali diwajibkan membawa satu kresek  sampah plastik dan  tidak ditentukan beratnya. Lalu sampah yang terkumpul  selanjutnya dijual ke pengepul  meski tak seberapa hasilnya namun kata Yusqon bisa untuk membeli alat peraga. Yusqon juga menyambut baik dan terimakasih kepa BNN yang ikut peduli dalam rangka pemberian materi yang tentu saja matetinya harus menarik dan menyenangkan bagi anak-anak.

Kepala BNN Kota Tegal Sudirman saat dimintai komentarnya soal sinergisitas dengan sakila kerti, pihaknya akan selalu berrinovasi mencari materi permainan supaya bisa diterima oleh anak-anak BNN dalam seminggu sekali mengisi materi  di depan anak asuhan Yusqon misal dalam bentuk permainan, seperti tepuk tangan narkoba, menyanyi dan cerita atau mendongeng. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *