Warga Desa Kepandean Gotong Royong Rehab Masjid Biaya 2.3 Milyar, Tidak Minta Di Jalanan

NEWS

Tegal-Inspirasiline.com. Bersamaan dengan peringatan Maulud Nabi Besar Muhammad S.A.W warga Desa Kepandean Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, bersuka cita, karena apa yang diinginkan berdiriya masjid yang sangat representatif terwujud.

Sebagai bentuk kebahagiaan dan sekaligus memperingati Maulud Nabi panitia pembangunan masjid mengundang ulama terkenal yaitu Habib Lutfi Umar Bin Yahya (Pekalongan) Habib Ali Zainal Abidin (Tegal) dan Bupati Tegal yang juga Sebagai Ketua Patayat NU Kabupaten Tegal untuk menghadiri acara tersebut.

Masjid Jami Al Hikmah Desa Kepandean awalnya hanya mushola kecil yang konon punya nilai sejarah, karena dilingkungan masjid tersebut terdapat situs peninggalan yang bentuk piramid bertuliskan huruf Jawa, namun sayang situs tersebut raib. Kemudian disamping situs terdapat dua lubang sumur yang sangat di kramatkan oleh warga setempat. Kata Abdullah pengurus masjid.

Meski kemarau panjang seperti sekarang ini, air tidak pernah habis meski setiap hari disedot pompa untuk kebutuhan warga setempat dan wudhu.

Menurut Tamir masjid katanya banyak orang yang datang ke juru kunci sumur tersebut meminta air Wallahu a’lam.

Melihat masjid yang kurang memenuhi kebutuhan jamaah, tujuh tahun silam dibentuk panitia rehab dengan merencanakan menggali sumber dana dari warga desa Kepandean yang ikhlas menyumbang. biaya rebah yang sekarang sudah selesai 95 prosen telah menghabiskan dana sebesar 2,3 milyar yang sumbernya semuanya dari warga desa. Kepandean melalui sumbangan rutin. ” Alhamdullilah warga semuanya mendukung pembangunan masjid ini ” tutur Tamir masjid Jami Alhamdulilah hikmah.

Meski dengan tertatih tatih, akhirnya berdirilah bentuk dan kontruksi bangunan masjid yang kokoh dan megah yang dapat menampung sekitar 1500 jamaah.

Harapan saya dengan selesainya rehab masjid ini, terutama warga sekitar untuk selalu meramaikan masjid mengutamakan sholat berjamaah. Setiap dua kali seminggu dilakukan pengajian rutin.

Masjid yang berlokasi di RT.2.RW.6 Desa Kepandean ini akan menjadi pusat kegiatan terutama hari besar agama Islam. Juga setiap tahun jelang peringatan . Maulud Nabi H-3 setidaknya sudah mulai ada kegiatan termasuk kegiatan kirab untuk melestarikan dan merawat budaya Jawa. Ungkap Surahman salah satu pengurus masjid.

Kepala Desa Kepandean Wastejo sangat berterimakasih kepada warga yang telah menyumbang sehingga masjid yang diharapkan bisa terwujud.

Dijelaskan oleh Wastejo, sistim penggalian dana yang dilakukan desa dalam pengumpulan sumbangan masjid, melalui dana infak, semua warga yang mengurus waris misalnya, diharuskan menyumbang ke panitia masjid, dan kalau sudah dapat kwitansi panitia pembangunan masjid, baru diurus administrasi yang menjadi kebutuhan warga.

” Saya mintak kalau mengambil dana sumbangan masjid apa lagi misalnya menyisihkan beras bantuan, bagi saya nista sekali ”
Jelas Wastejo yang sebelumnya pernah jadi kepala SD.

Wastejo mengatakan, dirinya menjadi kades mendapat dukungan dari warga setempat bahkan saat Pilkades selisih perolehan suara diatas 1000 .

” saya awalnya ketika pensiun dari guru, mau nyantai momong cucu, dan uang pensiunan saya mau dibelikan mobil, tapi karena banyak dukungan warga akhirnya, dananya untuk nyalon dan Alhamdulillah sampai sekarang saya masih dipercaya.’ ungkapnya.

Menurutnya masih ada beberapa program yang harus dikerjakan yaitu bagaimana membangun perekonomian Pedesan.

” dulu kalau tidak terbentur covid mungkin visi misi saya sudah tercapai semua yaitu membangun pasar dan kolam renang, tapi berhubung presiden mengintruksikan dana desa untuk membantu covid, kita bawahan pasrah saja.”padahal dana desa cukup besar sekitar 800 juta.” tuturnya.

Makanya setelah kami selesai merehab masjid, ke depan kami fokus merencanakan membangun pasar dan kolam renang. Sedangkan jangka pendek yang akan kami lakukan yaitu mengembangkan ternak kambing perahan.

Susunya sudah ada yang siap menampung,, asal secara rutin setiap hari minimal menghasilkan700 liter/hari dan Wastejo menyanggupinya. (Biet)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *