Resmikan Gedung Pelayanan Terpadu RSUD dr.Soeselo Slawi, Bupati Tegal ” Jangan Tebang Pilih Dalam Pelayanan”

NEWS

Slawi-Inspirasiline.com. Penghujung masa jabatannya sebagai Bupati Tegal Dra.Hj.Umi Azizah meresmikan gedung pelayanan terpadu dan skybridge RSUD dr.Soeselo Kabupaten Tegal Rabu (27/12/2023).

Gedung empat lantai yang di bangun sejak tahun 2022 telah menelan biaya sebesar Rp.11.5 milyard dan fungsinya untuk pelayanan penyakit jantung, Kesehatan Ibu dan anak, operasi batu ginjal, kanker dan sebagainya.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan rangkaian melati oleh bupati Tegal disaksikan Direktur RSUD Dr.Soeselo dr. Guntur M.Taqwin dan tamu undangan.

Bupati dalam sambutannya mengatakan, apresianya terhadap direktur dan jajaran yang banyak berinovasi sehingga rumah sakit dr.soeseli saat ini berkembang pesat. Malah beberapa tahun terakhir rumah sakit yang awal mulanya klinik dibangun tahun 1915 oleh sekumpulan karyawan pabrik gula saat itu, kini telah berkembang pesat dan banyak memperoleh penghargaan di bidang pelayanan kesehatan baik dari pusat maupun Provinsi.

Skybridga penghubung bangunan lama dan bangunan baru atau gedung layanan terpadu RS.dr.Soeselo Slawi

” Apa yang telah dilakukan oleh rumah sakit dr. Soeselo adalah bukti komitmen pemerintah Kabupaten Tegal dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tegal.” jelas Umi.

” Umi Azizah juga minta kepada jajaran RS.sousilo agar bekerja maksimal bekerja ikhlas profesional dalam menangani pasien, dengan sikap salam dan senyum kepada semua pasien harus dilayani dengan baik, dengan prosedur yang sama kepada siapa saja dan tepat waktu.” tegas Bupati.

Menurut Dir.RSUD dr.Soeselo Slawi Guntur M Taqwin bahwa rumah sakit ini menjadi rumah sakit pendidikan karena banyak mahasiswa dari perguruan tinggi yang melakukan praktek pendidikan, pelatihan dan penelitian di dr.soeselo.

” dulu para dokter spesialis juga banyak yang mengikuti pendidikan di sini sebagai lahan mereka, jadi tidak menutup kemungkinan karena ada kebijakan hospital best dari pemerintah pusat yang sedang mempelajari negara berkembang dalam perekrutan dokter spesialis tidak merekrut dari universitas tapi kemungkinan mengadopsi dari hospital best .” jelas Taqwin. (Biet)

Bagikan ke:
baca juga:  Lapas Slawi Raih 3 Penghargaan Dari Kemenkumham Wilayah Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *