Wakil Ketua DPRD Jateng Apresiasi Penurunan Angka Kemiskinan, Minta Program Pengentasan Digenjot

NEWS

SEMARANG (inspirasline.com) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyambut positif tren penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Meski demikian, ia menekankan pentingnya upaya berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk memastikan tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah pada September 2025 tercatat sebanyak 3,34 juta orang atau 9,39 persen dari total populasi. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 yang berada di angka 9,48 persen, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 21,86 ribu orang. Jika dibandingkan periode September 2024, penurunan tercatat mencapai 51,52 ribu orang.

“Penurunan angka kemiskinan ini patut kita syukuri. Ini menunjukkan upaya pemerintah bersama seluruh pihak mulai membuahkan hasil,” ujar Saleh.

Menurut Saleh, capaian tersebut tidak lepas dari pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang mencapai 5,37 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan III 2025. Selain itu, peningkatan produksi padi sebesar 484 ribu ton gabah kering giling (GKG) dan turunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 4,66 persen turut berkontribusi signifikan terhadap perbaikan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Ketika ekonomi tumbuh, produksi pertanian meningkat, dan pengangguran menurun, dampaknya tentu dirasakan masyarakat, terutama mereka yang selama ini rentan secara ekonomi,” jelas Saleh.

Meski tren menunjukkan perbaikan, Saleh menegaskan pemerintah daerah tidak boleh lengah. Ia meminta program pengentasan kemiskinan harus terus diperkuat, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan kerja, penguatan UMKM, dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini dianggap lebih berkelanjutan dibanding sekadar memberikan bantuan sosial jangka pendek.

“Program pengentasan kemiskinan harus terus digenjot. Fokusnya tidak hanya bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat agar mereka bisa mandiri,” ujar Ketua DPD Golkar Jateng itu.

Lebih lanjut, Saleh mendorong agar program penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran. Daerah-daerah yang masih memiliki tingkat kemiskinan tinggi harus menjadi prioritas, sehingga intervensi yang dilakukan dapat memberikan hasil maksimal.

“Kunci keberhasilan program ini adalah kerja yang konsisten dan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan sinergi ini, saya optimistis angka kemiskinan di Jawa Tengah bisa terus ditekan,” pungkas Mohammad Saleh.

Tren penurunan kemiskinan ini menjadi sinyal positif bahwa kebijakan pembangunan ekonomi, peningkatan produktivitas sektor pertanian, dan penciptaan lapangan kerja mulai memberikan efek nyata. Namun, keberlanjutan program menjadi kunci agar Jawa Tengah dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri di masa mendatang. (*)

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *