Penulis: Yokanan | Editor: Dwi NR
BLORA | inspirasiline.com
SEJUMLAH seniman Blora, Jawa Tengah merasa tidak turun pamor setelah lebih setahun tidak manggung akibat pandemi Covid-19. Mereka tidak menyerah untuk bertahan dengan membuka usaha makanan dan minuman dengan layanan bungkus dan siap saji.
Aktivitas itu dilakukan sesuai imbauan dan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Empat penyanyi lokal Blora yang kerap manggung di perhelatan hajatan warga, tanpa canggung dan malu menawarkan dagangannya, di trotoar Jalan Gunandar, Blora.
Aneka makanan olahan siap saji ditawarkan sejak pukul 13.00, seperti kolak pisang, pepes pindang, sambal daun ketela, urap, dan nasi bungkus. Dagangan yang dijual selalu habis menjelang maghrib.
“Makanan kami benar-benar fresh, kok, dan selalu habis, sehingga tidak ada yang tersimpan atau dihangatkan,” ucap Novi, salah seorang penyanyi, Sabtu (31/7/2021).
Dia mengatakan, kalau tidak habis, dibagi-bagikan untuk orang tidak mampu, daripada dibuang.
“Kami jualan untuk mengisi waktu luang saja, daripada ngelangut, tidak ada job manggung, karena tidak boleh ada hiburan,” ujarnya.
Sementara Bambang, penabuh kendang, warga Dukuh Ketangar, Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, berjualan es kelapa muda. Dia berharap pandemi ini segera berakhir dan bisa manggung lagi seperti biasanya.
Untuk menjaga dapur tetap ngebul, selain berjualan es kelapa muda, Bambang juga menjadi penjaga malam di SDN Kedungjenar 1 Blora.
“Saya jual es kelapa muda, karena sudah lebih dari setahun ini nggak bisa main (manggung) untuk meneruskan hidup, menafkahi anak-istri,” ucapnya.
Dia bersyukur, meski dalam situasi pandemi bisa menjual 30 hingga 40 buah kelapa muda tiap hari.
“Alhamdulillah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Melihat perjuangan dan kerja keras para artis penyanyi dan pemusik ini, Siti Rochmah Yuni Astuti, anggota DPRD terketuk hatinya.
Siti Rochmah Yuni Astuti juga mantan artis penyanyi dangdut ternama di Blora, yang kini menjadi Ketua Umum Sedulur Seniman Blora, komunitas seniman yang beranggotakan lebih dari 700 artis dari berbagai matra seni.
“Saya sangat terharu dan bangga, anak-anak saya tidak malu berjualan di pinggir jalan,” ujarnya.
Dia mengatakan, saat pandemi seperti ini, peraturan melarang seni hiburan baik musik, tari, maupun panggung hiburan lainnya, untuk mencegah kerumunan dan penularan Covid-19.
“Meskipun pendapatannya jauh sekali dibandingkan saat mereka nyanyi, saya salut dengan mereka, dan berharap mereka bisa bersabar sampai kondisi memungkinkan untuk kita manggung kembali,” ujarnya.***

I must show some thanks to this writer just for rescuing me from this situation. After researching through the world wide web and obtaining methods that were not powerful, I assumed my life was done. Existing devoid of the approaches to the issues you have solved through the blog post is a serious case, and ones that would have badly affected my entire career if I hadn’t noticed the website. Your main skills and kindness in handling every part was valuable. I’m not sure what I would have done if I hadn’t come across such a step like this. I can also at this point relish my future. Thank you so much for the specialized and effective help. I won’t be reluctant to endorse your web blog to any individual who should get assistance on this subject matter.
The posts are like a cozy nook, inviting and comfortable, where I can immerse myself in thoughts.
The creativity and intelligence shine through, blinding almost, but I’ll keep my sunglasses handy.
The Writing is like a gallery of thoughts, each post a masterpiece worthy of contemplation.