Gali Sawah, Warga Banjarejo Temukan Gamelan Purba Bersejarah

INSPIRASIANA

Penulis: Joko Widodo | Editor: Dwi NR
GROBOGAN | inspirasiline.com

Setelah beberapa waktu lalu dihebohkan penemuan benda purbakala berumur ratusan tahun, kini Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Grobogan kembali digemparkan dengan penemuan sebagian perangkat gamelan Jawa kuno sebanyak 27 buah, dengan berat total mencapai 35 kg.
PERANGKAT gamelan Jawa kuno temuan Sutrisno sedang ditata dan coba dirangkai di atas batang kayu.

SAAT ditemukan Sutrisno (35), perangkat gamelan berbahan perunggu itu masih berlumur tanah dan karatan.

“Diperkirakan benda perangkat gamelan itu adalah peninggalan zaman Kerajaan Mataram Islam, 1600 tahun silam,” kata Kepala Desa (Kades) Banjarejo Ahmad Taufiq kepada inspirasiline.com, Senin (9/8/2021).

Penemuan benda tersebut bermula ketika Sutrisno sedang menggali di sawahnya di Dusun Medang, Desa Banjarejo, 26 Juli 2021 lalu.

KEPALA Desa Banjarejo Ahmad Taufiq.

Saat penggaliannya mencapai sedalam lutut orang dewasa, Sutrisno menemukan satu buah alat gamelan.

Tapi setelah dicari di seputar titik penemuannya yang pertama, Sutrisno menemukan lagi 26 buah perangkat gamelan serupa, sehingga total berjumlah 27 buah. Saat itu, benda-benda bersejarah itu masih berlumur tanah dan berkarat.

Tiga hari kemudian, benda penemuan Sutrisno itu diserahkan kepada Kades Banjarejo Ahmad Taufiq untuk ditindaklanjuti.

SEJUMLAH warga mengamati gamelan Jawa kuno temuan Sutrisno.

Segera setelah menerima laporan Kades Ahmad Taufiq, Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah di Prambanan memutuskan untuk mengamankan benda-benda temuan itu.

Namun, Kades Ahmad Taufiq menolaknya, dengan alasan hendak turut nguri-uri kebudayaan Jawa, sehingga benda-benda temuan Sutrisno tersebut diizinkan untuk tetap berada di Desa Banjarejo.

Kades Ahmad Taufiq mengungkapkan, benda purbakala temuan Sutrisno itu merupakan sebagian perangkat gamelan Jawa, yang terdiri peking, demung, dan saron.

Tiga Zaman
Kades Banjarejo menjelaskan, sejak kegiatan penggalian situs purbakala di desanya, 2015 silam hingga sekarang, banyak ditemukan benda-benda kuno bersejarah, yang bisa dikategorikan dalam tiga zaman: Prasejarah, Klasik Hindu-Budha, dan Kolonial.

ANAK-anak pun turut mengerubuti gamelan Jawa kuno temuan Sutrisno.

Zaman Prasejarah, bendanya terdiri atas fauna laut, keong hiu, kuda nil, binatang rawa, dan kura-kura. Zaman Klasik Hindu-Budha, benda purba yang ditemukan, antara lain gerabah, keramik, terakota, dan perhiasan.

“Dan temuan pada masa Kolonial, yaitu sumur gas yang sudah tidak aktif berupa kubangan-kubangan,” beber Ahmad Taufiq.

Kini Desa Banjarejo tengah bersolek, dengan membangun gedung Museum Purbakala di komplek kantor desa, yang nantinya untuk menyimpan benda-benda purbakaka temuan warga setempat.

“Semua itu sebagai pengingat bagi anak cucu kita agar mengerti bahwa di desanya pernah ditemukan benda-benda purbakala,” tandas kades yang menjabat sejak 2007 itu.

Kades Ahmad Taufik memang terbilang kreatif. Pada 2018 dan 2019, dia menciptakan kegiatan spektakuler, Festival Jerami. Di kegiatan itu, jerami padi kering dibentuk hewan-hewan purbakala berukuran besar, sehingga sangat menarik pengunjung, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Grobogan, di antaranya warga Blora, Pati, Kudus, bahkan dari Semarang.

Namun, selama pandemi Covid-19, 2020 hingga sekarang, Festival Jerami sementara waktu dihentikan.

Terkait penemuan sebagian alat gamelan Jawa tersebut, Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Kukuh Prasetyo Rusady sangat mengapresiasi dan menyambut baik.

“Karena benda-benda purbakala tersebut bisa menambah aset kebudayaan kita dan merupakan warisan sejarah budaya yang tinggi nilainya, khususnya di Kabupaten Grobogan,” katanya.***

Bagikan ke:

1 thought on “Gali Sawah, Warga Banjarejo Temukan Gamelan Purba Bersejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *