Penulis: Supriyani
SUKOHARJO | inspirasline.com
GUGUS Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sukoharjo mengejar target cakupan tes polymerase chain reaction (PCR) 900 orang per pekan. Sejumlah puskesmas disiapkan untuk melayani tes PCR bagi masyarakat Sukoharjo.
Cakupan tes PCR digenjot untuk mendeteksi pasien positif baru di 12 kecamatan di Sukoharjo. Hal ini dilakukan lantaran capaian tes PCR di Sukoharjo baru separuh dari target.
“Uji swab dengan metode PCR bakal digencarkan, tak hanya menyasar kontak erat lini pertama pasien positif, melainkan masyarakat berisiko tinggi,” kata Juru Bicara GTPP Covid-19 Sukoharjo dr Yunia Wahdiyati kepada wartawan, Jumat (11/9).
Yunia menyebut ada tiga kelompok masyarakat berisiko tinggi terpapar pandemi Covid-19, yakni orang lanjut usia (lansia), masyarakat yang memiliki penyakit kronis, serta ibu hamil. Mereka bakal menjadi prioritas utama sasaran tes PCR.
Imunitas tubuh ketiga kelompok masyarakat itu tak sekuat kelompok masyarakat lainnnya. Jika mereka melakukan kontak erat dengan pasien positif, potensi terinfeksi Covid-19 sangat tinggi.
“Terutama masyarakat yang menderita penyakit kronis sangat berisiko tinggi dan bahkan bisa mengakibatkan kematian jika terpapar virus Covid-19. Kami ingin memperkuat tes PCR di setiap kecamatan,” ujarnya.
Sementara Kepala Puskesmas Grogol Siti Nurjanah menyatakan, jumlah pasien positif di wilayah Grogol terbanyak di Sukoharjo, yakni 91 orang. Wilayah Grogol berbatasan langsung dengan Kota Solo, yang juga salah satu daerah dengan jumlah pasien positif di Soloraya. Masyarakat Kota Solo kerap masuk ke wilayah Grogol. Begitu pula sebaliknya, warga Grogol kerap bepergian ke Kota Solo.
Para petugas medis tetap menjalankan protokol kesehatan saat mengambil sampel cairan tenggorakan yang diuji laboratorium. Siti tak ingin ada penambahan pasien positif baru dari klaster tenaga kesehatan (nakes) di Sukoharjo.***