Pemkab Sragen Salurkan Bantuan Peralatan-Modal Usaha Peserta Pelatihan MTU

NEWS

Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Sragen menyalurkan bantuan peralatan dan modal usaha kepada peserta pelatihan Mobile Training Unit (MTU) dalam acara Penutupan Pelatihan MTU, yang merupakan kerjasama antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Baznas, dan TP PKK Kabupaten Sragen.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno menyerahkan bantuan secara simbolis di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati Sragen, Rabu (25/11/2020).

Plt Kepala Disnaker Sragen Zubaidi mengatakan, pelatihan kerja MTU diikuti 112 peserta dan dibagi menjadi 7 paket/kelompok usaha, terdiri atas pelatihan pembuatan roti dan kue, serta pelatihan menjahit.

“Penyelenggaraan pelatihan Mobile Training Unit (MTU) untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat melalui pelatihan kerja yang dilaksanakan di lokasi setempat,” tuturnya.

Zubaidi menambahkan, bantuan yang telah didistribusikan bagi kelompok jahit berupa 16 unit mesin jahit, serta modal uang tunai untuk masing-masing kelompok jahit senilai Rp 500 ribu.

Selain itu, bagi kelompok masak diberikan peralatan masak, yakni berupa blender, mixer, gilingan daging, kompor, tabung gas 3 kg, regulator, wajan, panci, timbangan kue, dan lain-lain.

“Masing-masing kelompok masak mendapat modal usaha senilai Rp 1.000.000,” lanjutnya.

Sumber Daya Produtif
Sementara Plt Bupati Dedy Endriyatno usai menyerahkan bantuan mengatakan, kebijakan dan strategi Bidang Ketenagakerjaan Kementarian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker RI) Tahun 2015-2019 adalah mempersiapkan tenaga kerja yang akan memasuki pasar kerja dan meningkatkan akses pekerja kepada sumber daya produktif, melalui peningkatan keterampilan.

“Selamat atas kegiatan pelatihan yang ditutup hari ini. Tidak perlu mengurus sampai Balai Latihan Kerja (BLK) Solo, cukup di lokasi setempat sudah bisa ikut pelatihan, di antaranya ada pelatihan jahit, juga pembuatan roti,” ujarnya.

Dedy menilai, di tengah pandemi seperti ini, masyarakat perlu melakukan inovasi dan terobosan agar tetap bertahan akibat krisis ekonomi.

“Saya paham, di tengah pandemi ini banyak kesulitan yang dihadapi. Untuk itu, inovasi perlu dilakukan. Tidak perlu orang cerdas, karena inovasi itu adalah keberanian kita dalam mengambil risiko. Mencoba mungkin saja gagal, tapi kalau tidak mencoba sudah pasti gagal,” tegas Dedy.

Diharapkan tidak sekadar menjadi peserta pelatihan, tapi bisa menjadi mitra dengan pemerintah.

“Mitra pemerintah dalam segala hal, salah satunya adalah dengan menjadi agen-agen penegak protokol kesehatan di lingkungan masing-masing,” pesan Dedy.***

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *