Penulis: Sugimin
SRAGEN | inspirasiline.com
KASUS Covid-19 di Kabupaten Sragen yang terus meningkat, termasuk adanya klaster MIN Sragen dan Gemolong, berimbas pada pembelajaran tatap muka (PTM) yang semula direncanakan dimulai tahun ajaran baru, terpaksa ditunda sambil menunggu petunjuk lebih lanjut.
Terkait hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen meminta pihak sekolah meniadakan segala bentuk kegiatan perayaan atau rapat yang melibatkan banyak orang.
Data yang dihimpun inspirasiline.com, saat ini ada 3 sekolah di Gemolong yang menjadi klaster baru dengan sedikitnya 34 guru karyawan positif terpapar Covid-19.
Kepala Disdikbud Sragen Suwardi mengaku kaget dengan temuan tiga sekolah jadi klaster Covid-19 itu.
Menurutnya, sebenarnya selama ini Sragen sudah menerapkan pembelajaran secara online atau daring. Pun dengan kegiatan pelepasan siswa yang lulus, juga digelar virtual.
“Tidak ada pembelajaran tatap. Kan semua pembelajaran daring,” ungkap Kadisdikbud Sragen Suwardi kepada inspirasiline.com, Rabu (16/6/2021).
“Wisuda pelepasan pun sudah kami arahkan semua lewat virtual. Kalaupun ada yang hadir, ya sedikit saja dan prokes benar-benar dijaga,” imbuhya.
Terkait penyebaran Covid-19 di MIN 4 Sragen atau MIN Gemolong yang terjadi karena ada perayaan pelepasan di sekolah dan guru-guru selfie bareng, Suwardi menyebut seharusnya memang tidak boleh.
“Sejak awal sudah kami sampaikan pelepasan siswa cukup virtual saja, dan tidak boleh berkerumun. Tidak saja untuk anak, tapi juga untuk guru dan karyawan,” tandasnya.
Dengan situasi Sragen zona merah, pihaknya belum bisa memastikan apakah tahun ajaran baru 2021/2022 mendatang bisa digelar PTM seperti diwacanakan pemerintah pusat.
Terkait PTM tahun ajaran baru tahun 2021/2022, Suwardi mengatakan, menunggu instruksi lebih lanjut, karena masih ada waktu sekitar satu bulan.
“Nanti bagaimana, melihat perkembangan dan kebijakan dari atas saja,” jelas Suwardi.***
