Catatan: M Alif Alfaridzy
Karena orang yang paling mengetahui hakikat cinta mengatakan bahwa pembuktian cinta yang seutuhnya adalah menikah.
CINTA merupakan penerang di kala gelap melanda. Apabila tidak dijaga, ia bisa diibaratkan tengah berada di samudera yang gelap gulita.
Cinta juga memunyai makna tentang sebuah gambaran perasaan yang terdalam, yang berinteraksi antara dua insan lawan jenis saling bersaing memberikan perhatian dan menghasilkan rasa sebuah kenyamanan bagi yang menjalin sebuah hubungan.
Sudah tidak asing lagi untuk kalangan remaja di masa sekarang, tentang hal ini. Namun bila cinta ini tidak dilandasi dengan sebuah dasar yang benar, maka akan menimbulkan sebuah malapetaka. Tapi bila sebaliknya, akan mendekatkan diri kepada sang pencipta yang mengikuti sunnah dari Nabi Muhammad SAW, yaitu dengan menikah.

Selanjutnya, kita membahas tentang Valentine. Apa sih Valentine itu? Nih, saya kasih gambaran dari Valentine. Seperti yang diketahui, Valentine yaitu sebuah perayaan Hari Kasih Sayang yang identik dengan memberikan cokelat, bunga, boneka, atau hal-hal romantis lainnya kepada pasangan maupun orang terdekat.
Jika diusut melalui sejarahnya, Hari Valentine berasal dari tradisi bangsa Romawi kuno sebagai cara memperingati kematian seorang pendeta yang bernama Santo Valentine.
Kebanyakan muda-mudi tidak mengetahui sejarah dan latarbelakangnya, tapi hanya ikut-ikutan tren zaman dan beranggapan bahwa itu adalah hari romantis dengan pasangan. Hmmm… tak heran jika hari itu ditunggu oleh sepasang kekasih muda-mudi yang terpedaya dengan Hari Valentine itu, yang diklaim sebagai hari cinta dan kasih.
Padahal sudah banyak tersebar seputar kisah sebenarnya mengenai asal-usul Hari Valentine itu. Apalagi kita adalah sebagai orang muslim, maka hukum merayakannya adalah haram.
Lebih tepatnya, di sini bahwa sang pemudi lebih banyak tertipu daya. Sang pemuda membuktikan cinta dengan sekadar surprised, ungkapan romantis manis berbalut kata puitis, kemudian buah tangan yang terbingkis berisi cokelat dan sepenggal kalimat dalam surat yang membuat pemudi melayang ke langit impian.
Sedangkan sang pemudi terpedaya, dengan membuktikan cinta lewat keperawanan atau apalah, yang seharusnya itu dipersembahkan untuk suami halalnya kelak.
Menikah
Pembuktian cinta yang sesungguhnya hanya dengan sebuah akad (menikah) dan berakhir dengan kata sah!
Jika ada yang mengakui mencintai, tapi tidak menikahi atau segera menikahi, maka itu semua hanyalah cinta kasih yang menjelma saja dalam pandangan mata yang berfatamorgana.
Walaupun yang diumbar adalah sajak kata yang romantis mengalahkan merdunya kicuan burung diiringi hujan gerimis. Walaupun sentuhan sayang yang dibelai mengalahkan tetesan embun. Dan walaupun buah tangan yang diberi adalah rangkaian melati bersanggul jelita. Namun semua itu bila tanpa pernikahan adalah semi-palsu, bahkan tipu daya belaka. Mengapa bisa begitu?
Karena orang yang paling mengetahui hakikat cinta mengatakan bahwa pembuktian cinta yang seutuhnya adalah menikah.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak diketahui (yang bermanfaat) bagi kedua orang yang saling mencinta semisal pernikahan.”
Sekali lagi, pembuktian cinta hanya dengan menikah! “Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyut taufiq.”
Sebagian manusia terpedaya dengan cinta prematur, cinta yang belum takdir waktunya untuk diturunkan dari langit. Namun nafsu merenggut dan menarik paksa, sehingga ia turun tertatih. Cinta seadanya yang dipaksakan bertahan hidup. Atau mungkin akan lenyap dalam beberapa saat, karena ia lahir sebelum garis batas waktunya, yaitu pernikahan.
Cinta yang diumbar adalah cinta seumur hidup, padahal ikatannya masih belum memunyai simpul dan tidak jelas. Cinta yang dikira tulus kepada diri dan jiwanya, padahal ia hanya cinta kepada kecantikan rupa, hanya cinta pada harta dan kedudukan.
Ketika kecantikan bersaing kuat, berlomba dengan usia, maka kecantikan perlahan menyerah. Ketika hilang kecantikan, hilanglah cinta. Ke mana lagi rayuan yang dulu? Ke mana lagi roman picisan? Apakah telah meleleh lebih cepat dari lelehan lilin yang membakar lenyap diri sendiri? Mereka mengatakan cinta seumur hidup?
Walaupun benar, jika umur telah menjadi perkara malaikat maut, maka usailah cinta, hanya sekadar menjadi sejarah di dunia yang sebentar lagi dilupakan oleh orang-orang, karena generasi selanjutnya sudah menunggu. Karena semua yang ada di dunia ini adalah sirna, termasuk cinta yang hanya mentok sampai dengan cita-cita di ujung dunia saja.
Allah SWT berfirman dalam QS Ar-Rahman: 26, yang artinya, “semua yang ada di bumi itu akan binasa.“
Duhai para wanita dan insan yang mencari cinta, apakah ini cinta yang kau cari? Cinta yang berumur sehari saja? Atau berumur semalam di malam Valentine?
Jadi, gimana para pejuang cinta, pilih akad (menikah) atau cokelat?***

https://azithromycinca.shop/# doxycycline usa
doxycycline over the counter canada
can i purchase amoxicillin online: cheapest amoxicillin – amoxicillin 500mg over the counter
amoxicillin where to get